Bogor.swaradesaku.com. Kerukunan Warga Bogor (KWB), yang berdiri pasca reformasi yakni 22 Juni 1998, di kota Bogor, yang mana dalam perjalan organisasinya khusus di Kabupaten Bogor, atas persetujuan bulat melalui rapat kerja KWB tertanggal 28-7-2026 dan 04-8-2026, secara bulat menyetujui adanya atau dibentuknya lembaga kajian dan advokasi khususnya untuk merealisasikan Visi dan Misi KWB, dibentuk Yayasan Bhakti Peduli Kerukunan Warga Bogor (YBPKWB), yang akan ikut sekaligus Berkontribusi bagi anggota KWB yang telah ada termasuk Masyarakat Umum di Kabupaten Bogor.

Syukuran atas terbentuknya Yayasan Bhakti Peduli Kerukunan Warga Bogor (YBPKWB) digelar di Padepokan Bhakti Raga Wisesa, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. 16 Agustus 2026, dapat menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membangun kepedulian sosial kemasyarakatan, sebagaimana logonya ber bhakti, peduli dan rukun bagi masyarakat dan mengedepankan semangat persaudaraan kerukunan warga Bogor.

Yayasan Bhakti Peduli Kerukunan Warga Bogor hadir atas kepedulian, kebersamaan, dan semangat kerukunan. Kehadiran yayasan ini diharapkan dapat menjadi wadah organisasi yang proaktif ikut menjadi pemerhati kebijakan publik yang berdampak kepada masyarakat di Kabupaten Bogor
Dalam kegiatan syukuran tersebut, turut ditetapkan susunan kepengurusan Yayasan Bhakti Peduli Kerukunan Warga Bogor (YBPKWB) sebagai berikut:
Ketua Pembina: H. Dace Supriadi, SH., M.Si.
Anggota: Drs. H. Burhanudin, M.Si.
Ketua Pengawas: Pepen Supendi, MS
Anggota: H. Wawan Gumelar
Ketua Umum: Drs. Lulu Azhari Lucky (Ki Jalu)
Wakil Ketua I: H. Diden Nurul Fallah
Wakil Ketua II: Drs. H. Ramilus, M.Pd.
Sekretaris: Sujiono
Wakil Sekretaris: Nn. Wangi Indahwati
Bendahara: Hj. Dinar Nurhasanah
Wakil Bendahara: Nn. Ratu Rara Halimatu Sadiah, S.Kom.
Direktur Eksekutif: Saefullah Al-Utsamani, S.Sos.
Direktur SDM: Iis Nurita, S.Pd., MM.
Direktur Advokasi: Didi Sumardi, SE., SH., MH., STL.
Direktur Operasional: Yadi Supriadi
Direktur Komdigi: Wildan Nugraha, S.Pd.
Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, YBPKWB diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Nama Yayasan Bhakti Peduli Kerukunan Warga Bogor menunjukkan identitas organisasi sebagai lembaga kontrol sosial yang mengedepankan bhakti, kepedulian, kerukunan, sementara
Ketua Umum YBPKWB, KIJALU, saat menyampaikan programnya, dan di wawancarai, secara tegas munculnya organisasi ini sebagai legal standing, untuk KWB bertranformasi menjadi pemerhati kebijakan publik, kedepan setiap kebijakan pemerintah khususnya dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, baik eksekutif, legislarif dan yudikatif sepanjang dampaknya kurang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat akan kami bedah, dalam bentuk dialog atau melalui FGD dengan mengundang nara sumber yang kompeten, jangan sampai kegiatan apapun yang dibiayai dari pajak rakyat tidak tepat sasaran, sambil tersenyum Lulu Azhari Lucky (Ki Jalu), yang biasa disapa KIJALU, sudah banyak bahan yang akan di bedah mulai kebijakan pendidikan, Kesehatan dan percepatan pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kita bergerak sesuai data valid, artinya jika kritispun dapat dipertanggung jawabkan, di awali oleh jajaran pengurus KWB nantinya untuk beraudensi kepada seluruh pemegang kebijakan, sebagaimana yang sudah diatur dalam per undang undangan, banyak hal yang selama ini mereka kadang lupa dan melupakan diri adanya pemerintah itu karena adanya rakyat.

Momentum syukuran ini sekaligus menjadi langkah awal bagi seluruh jajaran KWB di Kabupaten Bogor, wajib untuk mendukung dan membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, serta menjalin sinergi dengan berbagai elemen dan komponen masyarakat /rakyat yang memiliki tertinggi dalam demokrasi.
(Syamsudin)
