Bogor.swaradesaku.com. Arus transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat mengapresiasi seni dan budaya. Di tengah perubahan tersebut, “Kitapak Sunda Musik” hadir sebagai motor penggerak yang memadukan pelestarian budaya dengan inovasi digital, membuka jalan bagi para seniman tradisi Kabupaten Bogor untuk tampil, berkembang, dan memperoleh penghasilan secara berkelanjutan melalui platform digital.

Melalui pengelolaan agensi kreator yang berfokus pada pengembangan talenta seni tradisi, Kitapak Sunda Musik menginisiasi langkah strategis untuk mendampingi para pelaku seni agar mampu memanfaatkan fitur “Live Streaming TikTok” sebagai media promosi, edukasi budaya, sekaligus sumber ekonomi kreatif yang menjanjikan.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa seni tradisi tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati dirinya. Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan kapasitas kreator, pengelolaan konten digital, hingga strategi membangun audiens yang lebih luas di tingkat nasional.

Pupuhu Kitapak Sunda Musik, Ki Goler, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan peluang besar bagi pelaku seni tradisional untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas eksistensi budaya Sunda.
“Seni tradisi adalah identitas bangsa yang harus terus hidup dan berkembang mengikuti zaman. Melalui live streaming di TikTok, kami ingin membuka ruang yang lebih luas agar para seniman tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga memperoleh penghasilan yang layak dari karya dan kreativitas mereka. Ini adalah ikhtiar untuk membawa seni tradisi Bogor menuju panggung nasional bahkan internasional,” ujar Ki Goler.
Lebih dari sekadar membangun ekosistem kreator digital, gerakan yang diinisiasi Kitapak Sunda Musik diharapkan mampu melahirkan generasi seniman yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kitapak Sunda Musik optimistis seni tradisi akan semakin mendapat tempat di tengah masyarakat modern. Transformasi digital bukan lagi menjadi ancaman bagi budaya, melainkan jembatan yang menghubungkan kekayaan kearifan lokal dengan jutaan penonton di berbagai penjuru Indonesia, bahkan dunia.
(Dede.R)
