Kuningan.swaradesaku.com. PT Kuningan Bumi Hijau menggelar kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pengembangan kawasan agrowisata Arunika Edupark, Kamis (9/7/2026), di Aula Bale Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini merupakan tahapan awal penyusunan dokumen AMDAL yang bertujuan menghimpun saran, masukan, dan tanggapan dari masyarakat serta para pemangku kepentingan agar proses perencanaan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konsultan lingkungan, Maryoto, mengatakan konsultasi publik merupakan bagian penting dalam penyusunan AMDAL karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun kekhawatiran terhadap rencana pembangunan.
“Melalui konsultasi publik ini kami berharap memperoleh saran dan masukan dari masyarakat sekitar, khususnya dari Desa Pajambon, Desa Ragawacana, dan Desa Cisantana, sehingga dokumen AMDAL yang kami susun menjadi lebih komprehensif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat, pemerhati lingkungan, serta berbagai unsur pemerintah. Hadir di antaranya Jabar Hejo, AKAR, Himpunan Pelestari Sumber Daya Kabupaten Kuningan, dan perwakilan adat Sundawani.
Turut hadir Camat Cigugur, Camat Kramatmulya, Kepala Desa Pajambon, Kepala Desa Ragawacana, Kepala Desa Cisantana, unsur Koramil dan Polsek Cigugur maupun Kramatmulya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, BPBD, serta sejumlah perangkat daerah lainnya.
Maryoto menjelaskan, Arunika Edupark dirancang sebagai kawasan arboretum yang mengintegrasikan fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan.
Pada aspek konservasi, kawasan ini akan mengembangkan konservasi in-situ melalui pelestarian vegetasi asli kawasan, serta konservasi ex-situ dengan menghadirkan berbagai jenis flora dari luar daerah.
Di bidang penelitian, Arunika Edupark diharapkan menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa, pelajar, maupun peneliti untuk mempelajari berbagai jenis tanaman, termasuk melalui pembangunan taman-taman tematik yang menampilkan koleksi flora khas.
Selain itu, kawasan ini juga akan berfungsi sebagai sarana pendidikan lingkungan bagi para pelajar untuk mengenal berbagai jenis pohon serta kekayaan hayati lokal yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Sebagai destinasi agrowisata edukatif, Arunika Edupark akan mengusung konsep wisata berbasis alam. Salah satu daya tarik yang disiapkan adalah taman tematik aromatika yang berisi berbagai tanaman beraroma khas sehingga dapat menjadi ruang relaksasi (healing) bagi para pengunjung.
Maryoto menambahkan, keberadaan arboretum diharapkan mampu meningkatkan fungsi ekologis kawasan, mulai dari menghadirkan kembali habitat satwa liar, meningkatkan keanekaragaman hayati, hingga mendukung munculnya sumber-sumber mata air di wilayah hilir.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap rencana pembangunan tersebut telah tercermin dalam kebijakan tata ruang yang mengakomodasi pengembangan
kawasan.
“Kami akan terus mengawal agar seluruh proses pembangunan tetap berkomitmen terhadap aspek lingkungan. Selama komitmen itu dijaga, kami siap mendampingi penyusunan AMDAL hingga selesai, tegasnya.ยป
Sementara itu, Kepala Desa Cisantana, Ano, menegaskan pemerintah desa mendukung setiap investasi yang dilaksanakan sesuai aturan dan tetap mengutamakan perlindungan lingkungan.
Menurutnya, forum konsultasi publik menjadi wadah penting untuk menghimpun aspirasi masyarakat sehingga potensi dampak lingkungan maupun sosial dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak tahap perencanaan.
“Sepanjang seluruh proses berjalan sesuai aturan, memenuhi ketentuan perundang-undangan, serta memperhatikan dampak lingkungan dan kepentingan masyarakat, Pemerintah Desa Cisantana mendukung rencana pengembangan ini. Semua unsur harus bersama-sama mengawal prosesnya agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Melalui konsultasi publik tersebut, seluruh saran, masukan, dan tanggapan dari masyarakat serta para pemangku kepentingan akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen AMDAL sebagai dasar pelaksanaan rencana pengembangan Arunika Edupark secara berkelanjutan.
Sumber : Agus Pipin
Penulis : Falah
