• Sen. Jun 22nd, 2026

Bogor.swaradesaku.com. Kenaikan nilai kekayaan salah satu pejabat publik di Kabupaten Bogor menjadi sorotan sejumlah kalangan masyarakat. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Wakil Bupati Bogor dalam kurun waktu sekitar enam tahun disebut mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai lebih dari Rp57 miliar.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait sumber pertumbuhan aset dan bentuk investasi yang dimiliki pejabat tersebut selama menjabat di pemerintahan maupun sebelum menduduki jabatan publik.

Sejumlah pengamat menilai, keterbukaan informasi mengenai asal-usul kekayaan pejabat negara merupakan hal penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah. Transparansi dinilai menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Publik tentu berhak mengetahui perkembangan harta kekayaan pejabat negara, terlebih jika kenaikannya cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Semua itu perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik.

Meski demikian, peningkatan nilai kekayaan pejabat tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran hukum. Faktor usaha pribadi, investasi, kepemilikan aset, maupun aktivitas bisnis yang sah dapat menjadi penyebab bertambahnya nilai kekayaan seseorang.

Masyarakat pun berharap adanya penjelasan resmi dan transparan terkait sumber kekayaan tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Selain itu, lembaga terkait juga diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap laporan harta kekayaan para penyelenggara negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari informasi yang redaksi himpun, Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade setelah dilantik langsung di tunjuk oleh Bupati Bogor sebagai Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan, tugasnya adalah pimpin proyek pengadaan tanah untuk 9 proyek infrastruktur prioritas Kabupaten Bogor, termasuk jalan tambang Bogor Barat dengan anggaran pembebasan lahan 40 miliar rupiah dan proyek lain dengan total alokasi sekitar 20 miliar rupiah.

Kemudian Jaro Ade pimpin rapat koordinasi dengan Camat dan Kepala Desa karena Jaro Ade yang tahu lokasi, mana yang masuk prioritas dan Jaro Ade pula yang putuskan lokasi mana yang menjadi target pengadaan.

Dilihat dari LHKPN tentang kekayaan Jaro Ade pada tahun 2024 yaitu 62,14 miliar rupiah naik dari 4,78 miliar di tahun 2018 dalam 6 tahun hartanya naik 57 miliar lebih di laporan pada tahun 2025 hartanya memang turun 4,5 miliar rupiah menjadi 57,7 miliar rupiah namun yang menarik aset tanah dan bangunan yang Jaro Ade dimiliki justru meningkat di 2018 nilai aset tanah dan bangunan yang Jaro Ade memiliki hanya sebesar 4,7 miliar di tahun 2024 nilainya naik menjadi 45,9 miliar rupiah

Pada tahun 2025 LHKPN mencatat nilai aset tanah dan bangunan Jaro Ade naik sebesar 4,8 miliar rupiah menjadi 50,7 miliar rupiah kenaikan ini terjadi berbarengan dengan penugasannya sebagai Ketua Tim Percepatan Pengadaan Lahan, tak hanya Raja tanah dan bangunan Jaro Ade juga dikenal sebagai kolektor mobil mewah total ada 11 mobil dengan harga uang contohnya hyundai palisade tahun 2004 dan Toyota Alphard tahun 2023 yang harganya di atas 1 miliar rupiah, semua aset Jaro Ade tercantum resmi di LHKPN dan tidak ada yang disembunyikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rincian sumber pertumbuhan aset yang dilaporkan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada semua pihak dalam pemberitaan ini, sesuai dengan UU Pers No 40 tahun 1999.

(Tim/Red)