• Sel. Mei 26th, 2026

Kuningan.swaradesaku.com. Program rehabilitasi bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Kuningan melalui skema revitalisasi Tahun Anggaran 2026 kini mulai berjalan. Dari total 10 titik SLB yang mendapat program tersebut, progres pekerjaan di lapangan rata-rata telah mencapai sekitar 40 persen.

Besaran pagu anggaran dan plafon RAB pada masing-masing sekolah pun bervariasi, menyesuaikan jenis serta volume pekerjaan yang dilaksanakan.

Namun di tengah bergulirnya proyek revitalisasi tersebut, pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, justru menjadi sorotan.

Saat dikonfirmasi wartawan beberapa hari lalu terkait pelaksanaan revitalisasi SLB, Elon diketahui sedang berada di PKBM Taruna Mandiri miliknya yang berada bersebelahan dengan Kedai Kopi Lendot, yang juga disebut miliknya. Alih-alih memberikan penjelasan rinci mengenai program revitalisasi tersebut, Elon justru menyampaikan keluhan bernada emosional, Senin ( 25/5/26 ).

“Soal revitalisasi bangunan SLB, wartawan jangan gaduh dulu, saya yang memperjuangkan belum mencicipi,” keluh Elon.

Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian publik. Pasalnya, di tengah besarnya anggaran revitalisasi pendidikan yang tengah berjalan, masyarakat justru berharap adanya keterbukaan informasi dan penjelasan yang objektif dari pihak dinas, bukan sekadar curahan keluh kesah.

Sejumlah kalangan menilai, proyek revitalisasi SLB seharusnya menjadi momentum peningkatan fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Kuningan. Karena itu, pengawasan publik dan peran media dianggap penting agar pelaksanaan proyek berjalan transparan, tepat mutu, dan tepat sasaran.

Di sisi lain, komentar Kadisdik tersebut dinilai menggambarkan adanya dinamika internal dalam proses pelaksanaan program revitalisasi yang kini mulai menjadi perhatian publik.

Sumber : Agus Pipin
Penulis : Falah