Cirebon.swaradesaku.com. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pelayanan berbasis BPJS Kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal sekaligus menekan berbagai kendala klaim yang selama ini kerap terjadi. Hal ini disampaikan pada Selasa (14/4/2026).
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, pembenahan difokuskan pada peningkatan kualitas administrasi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta edukasi masyarakat terkait pentingnya kelengkapan dokumen kepesertaan BPJS.
Saat ini, sekitar 90 persen pasien di RSUD Waled telah tercover BPJS Kesehatan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala dalam proses klaim, terutama akibat dokumen kependudukan yang belum lengkap, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK).
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk memastikan kelengkapan administrasi seperti KTP dan KK. Ini penting agar proses klaim BPJS tidak terkendala dan dapat berjalan lancar,” ujar dr. Deni.
Sebagai langkah konkret, RSUD Waled juga memperkuat koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan dalam menyelesaikan persoalan klaim yang tertunda.
Tercatat, terdapat klaim sekitar Rp5 miliar dari periode 2024 hingga 2025 yang masih dalam proses kajian. Kendala tersebut dipicu oleh persoalan administrasi serta peralihan status kepesertaan BPJS.
Selain itu, RSUD Waled aktif menjalin koordinasi dengan puskesmas dalam sistem rujukan untuk memastikan alur pelayanan dan proses klaim berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Tak hanya melayani masyarakat lokal, RSUD Waled juga membuka akses layanan bagi pasien dari luar daerah, termasuk wilayah Ciayumajakuning hingga Jawa Tengah.
Kendala lain yang masih dihadapi adalah status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif. Kondisi ini kerap menghambat proses pelayanan maupun klaim.
Untuk itu, pihak rumah sakit mendorong masyarakat agar segera melakukan aktivasi kembali status kepesertaan BPJS mereka.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Jika terdapat kendala administrasi BPJS, kami siap membantu berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya.
Dalam upaya memperkuat layanan, RSUD Waled juga mendorong dukungan dari pemerintah daerah melalui perluasan pembiayaan, baik dari APBD, CSR perusahaan, maupun sumber lainnya guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, RSUD Waled membuka peluang kolaborasi dengan rumah sakit swasta untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh, khususnya dalam penanganan pasien BPJS.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, RSUD Waled optimistis dapat meningkatkan tata kelola BPJS sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan merata bagi masyarakat.
(Ade Falah)
