Cirebon.swaradesaku.com. Semangat toleransi dan kebersamaan kembali terlihat di wilayah Cirebon Timur. Forum Antar Umat Beragama Cirebon Timur (Formatur) menggelar kegiatan bakti sosial berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Raya Pande– Lemahabang, tepatnya di depan SMA dan SMP NU Lemahabang.

Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-10 ini menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan. Pada tahun 2026, kegiatan tersebut mengusung tema “ Tebar Takjil, Wujud Toleransi Nyata dalam Merawat Kebhinekaan.”
Sejumlah tokoh dan perwakilan dari berbagai lintas agama turut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu hingga Buddha. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat kebersamaan dan toleransi dapat terwujud dalam aksi nyata di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Selain tokoh lintas agama, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan badan otonom (Banom) dari Nahdlatul Ulama yang berasal dari Kecamatan Karangsembung, Karangwareng, dan Lemahabang. Sejumlah organisasi masyarakat, aliansi LSM, serta unsur pemerintahan dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Karangsembung dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Lemahabang juga turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Ribuan paket takjil yang dibagikan kepada para pengguna jalan habis dalam hitungan menit. Padatnya kendaraan yang melintas bahkan sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur tersebut sedikit tersendat, meskipun tetap terkendali berkat pengaturan dari panitia dan aparat setempat.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Kyai Deden Komara, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar agenda sosial tahunan, melainkan menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi dan membantu sesama.
“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi kami setiap Ramadan. Tujuannya sederhana, yaitu menumbuhkan semangat kebersamaan dan menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya dibicarakan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujarnya.

Deden juga berharap kegiatan lintas agama seperti ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga keharmonisan sosial
( Ade Falah )
