Bogor.swaradesaku.com. Penataan jalur pedestrian di kawasan Stadion Pakansari yang digadang-gadang sebagai ikon baru “City Beautification” Kabupaten Bogor kini justru menuai kecaman pedas. Proyek pemasangan lampu jalan Kuta Udaya Wangsa yang seharusnya mempercantik kota, justru menyisakan pondasi beton kotak yang menonjol tajam di tengah jalur pejalan kaki.
Kondisi ini dianggap sebagai kelalaian fatal dalam perencanaan dan pengawasan proyek. Bukannya memberikan kenyamanan, barisan pondasi beton yang menyembul tersebut kini berubah menjadi “ranjau” yang mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang kerap beraktivitas di sana.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan ratusan titik pondasi lampu tidak tertanam rata dengan permukaan trotoar. Tonjolan beton setinggi beberapa sentimeter ini sangat berisiko membuat warga tersandung, terutama saat kondisi ramai atau minim cahaya.
”Ini bukan pembangunan, ini jebakan batman. Bagaimana kalau anak kecil lari lalu tersandung dan kepalanya membentur beton itu? Siapa yang tanggung jawab?” ujar salah satu warga yang sedang berolahraga di area tersebut.
Kecerobohan teknis ini memicu tuntutan agar Bupati Bogor segera memberikan teguran keras, bahkan sanksi, kepada Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, (Perkim). Publik menilai pengawasan proyek di lapangan sangat lemah.
”Uang rakyat miliaran rupiah dipakai untuk membangun hal yang justru membahayakan rakyat. Bupati harus turun tangan. Jangan sampai ada korban jiwa baru Kadis Perkim sibuk minta maaf,”
Masyarakat kini mendesak agar pondasi-pondasi tersebut segera diratakan atau diberikan pengaman sebelum jatuh korban. Jika dibiarkan, proyek kebanggaan Kuta Udaya Wangsa ini hanya akan diingat sebagai monumen kelalaian pemerintah daerah terhadap keselamatan warganya sendiri.
(Red)
