Bogor.swarapembaharuan.com. Ibu Gustrini selaku pemilik yayasan Cendekia Penerus Bangsa didampingi Ibu Tintin Kurniawati dan Ibu Vika Fitria dari Srikandi Bogor Timur mendatangi kantor Kecamatan Sukamakmur guna sosialisasi sekaligus meminta petunjuk mengenai perijinan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Anak Berkebutuhan Khusus tingkat Asean yang rencananya akan di bangun di Blok Rawa Gede Rt 04 Rw 05 Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.Jumat 30 Januari 2026.

Kedatangan Ibu Gustrini beserta rombongan di sambut hangat oleh Camat Sukamakmur Gogo Badarudin, S.IP.,S.Sos.M.Si
dan dapat pengarahan mengenai tahapan perizinan pembangunan Ponpes Tahfidz Anak Berkebutuhan Khusus tingkat ASEAN.
Pembangunan Ponpes Tahfidz bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bertaraf ASEAN sebagai langkah awal mewujudkan lembaga pendidikan inklusif yang berfokus pada penghafalan Al-Qur’an bagi anak-anak istimewa.
Ibu Gustrini selaku pemilik yayasan Cendekia Penerus Bangsa menyampaikan visi dan misi pembangunan ponpes yang tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan tahfidz, tetapi juga pembinaan karakter, kemandirian, serta pendekatan pendidikan khusus sesuai kebutuhan santri.
Gustrini menambahkan pembangunan Ponpes Tahfidz Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat ASEAN ini diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam inklusif yang mampu menampung dan membina anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai daerah, bahkan dari negara-negara ASEAN.
“Selama ini masih sangat terbatas lembaga tahfidz yang benar-benar ramah dan siap bagi anak berkebutuhan khusus. Ponpes ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Selain pemaparan konsep pembangunan, sosialisasi juga diisi dengan penjelasan rencana fasilitas ponpes, metode pembelajaran khusus, serta tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan secara bertahap. Dan juga membuka ruang partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat luas.
Diharapkan melalui sosialisasi ini, pembangunan Ponpes Tahfidz Anak Berkebutuhan Khusus tingkat ASEAN dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh, sehingga ke depan mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Yuyun Wahyuni (Ayu)
