• Sel. Feb 24th, 2026

Iring-Iringan Juara 3 Dangdut Akademi 7, Jalan Raya Karangsembung Cirebon Timur Dipadati Ribuan Warga

Cirebon.swaradesaku.com. Jalan Raya Karangsembung, Kabupaten Cirebon, tepatnya di pertigaan jalan Karangsembung mendadak lumpuh akibat dipadati ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung iring-iringan artis dangdut asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang berhasil meraih Juara 3 Dangdut Akademi (DA) 7, ajang pencarian bakat dangdut bergengsi yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional, Indosiar.

Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi hari. Informasi bahwa sang juara akan melintasi jalur Jalan Raya Karangsembung dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial. Akibatnya, ribuan warga dari berbagai desa di wilayah Cirebon Timur rela berdiri berjejer di sepanjang jalan demi melihat secara langsung sosok kebanggaan mereka.

Tepat pada pukul 10.30 WIB, iring-iringan kendaraan yang membawa sang artis dangdut, April, melintas. Berdiri di atas sebuah kendaraan roda empat berwarna hitam, April tampak terus melambaikan tangan dan tersenyum kepada warga yang menyambutnya dengan sorak sorai serta teriakan memanggil namanya. Suasana haru, bangga, dan meriah pun menyatu di sepanjang jalur tersebut, Jumat (02/01/2026).

Salah seorang warga Desa Karangsuwung, Winda, yang turut menyaksikan langsung momen tersebut mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, pencapaian April merupakan prestasi besar bagi masyarakat Cirebon, meskipun hanya meraih posisi juara tiga.
“Kami sangat bangga. Wong Cirebon mampu meraih prestasi di dunia musik, khususnya dangdut. Walaupun hanya juara tiga, ini sudah membuktikan bahwa wong Cirebon punya kemampuan yang patut diperhitungkan di tingkat nasional,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Lusi, warga Karangsuwung lainnya, yang tampak tidak henti-hentinya meneriakkan nama April saat iring-iringan melintas.
“Senang sekali, kang. Kami bisa melihat langsung sosok juara Dangdut Akademi. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi kemajuan industri musik dan para seniman Cirebon. Harapannya, ke depan semakin banyak karya dan kreativitas yang lahir dari daerah kami. Pokoknya, kami wong Cirebon sangat bangga atas prestasi yang diraih April,” ujarnya penuh semangat.

Dari pantauan media di lapangan, bukan hanya kerumunan warga yang memadati badan jalan, namun kemacetan panjang tak terhindarkan akibat terhambatnya arus kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, suasana tetap kondusif. Warga tampak tertib dan menikmati momen langka tersebut, sementara April dengan penuh keramahan terus menyapa masyarakat tanpa lelah.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa figur publik yang lahir dari desa mampu menjadi simbol kebanggaan kolektif masyarakat. Prestasi April di ajang Dangdut Akademi 7 bukan semata soal peringkat, melainkan tentang perjuangan, konsistensi, dan keberanian putra-putri daerah untuk tampil dan bersaing di panggung nasional.

Euforia yang terjadi di Jalan Raya Karangsembung juga menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara masyarakat Cirebon dengan wakilnya di dunia hiburan. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan kebudayaan, agar lebih serius dalam membina, memfasilitasi, dan melindungi potensi seni lokal.

Bagi masyarakat Cirebon, kemenangan April adalah kemenangan bersama. Bukan sekadar juara tiga, tetapi juara di hati wong Cirebon. Sebuah pesan kuat bahwa dari desa, mimpi besar bisa lahir dan menginspirasi generasi berikutnya.
Kemenangan April adalah kemenangan kabeh wong Cirebon.

( Ade Falah )