• Sen. Feb 23rd, 2026

Libur Nataru 2026, Wisata Konservasi Kura-Kura Belawa Diserbu Pengunjung, Akses Jalan Rusak Jadi Sorotan

Cirebon.swaradesaku.com. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menjadi momentum penting bagi obyek wisata konservasi Kura-kura Belawa (Cikuya) yang berada di Desa Belawa, Kabupaten Cirebon. Destinasi wisata yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kuya Asih di bawah kepemimpinan Eman Suherman (60) ini diserbu ribuan wisatawan, tidak hanya dari wilayah Cirebon, tetapi juga dari berbagai kota lainnya.

Namun, di balik tingginya antusiasme pengunjung, kondisi akses jalan menuju lokasi wisata yang rusak parah masih menjadi keluhan utama para wisatawan dan dinilai berpotensi menghambat pengembangan destinasi unggulan tersebut.

Salah seorang pengunjung asal Kota Cirebon, Hery, mengaku terkesan dengan potensi wisata konservasi kura-kura Belawa yang unik dan edukatif. Meski demikian, ia menyayangkan buruknya kondisi jalan menuju lokasi.
“Saya senang bisa melihat langsung kura-kura Belawa dan menikmati suasana desa wisatanya. Sayangnya, akses jalannya rusak dan membuat perjalanan kurang nyaman. Kalau jalannya diperbaiki, saya yakin pengunjung akan jauh lebih banyak,” ungkapnya, Jum’at (2/1/2026).

Ketua Pokdarwis Kuya Asih, Eman Suherman, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata Cikuya Belawa dalam satu tahun mencapai lebih dari 13 ribu wisatawan lokal. Bahkan, tidak sedikit wisatawan mancanegara yang datang berkunjung, khususnya warga negara asing yang sedang menjalani studi di Indonesia.
“Ini bukti bahwa wisata Cikuya Belawa semakin dikenal luas, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga internasional.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, tentu sangat berpengaruh terhadap pengembangan obyek wisata ke depannya,” ujar Eman.

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026, pihak Pokdarwis turut menyuguhkan beragam kegiatan hiburan dan edukasi bagi para pengunjung. Selain menikmati wisata konservasi kura-kura, wisatawan juga disuguhkan potensi seni, budaya, dan UMKM lokal.

Salah satu program unggulan adalah Rumah Dilan, yang menjadi pusat pendidikan dan keterampilan masyarakat. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat langsung aktivitas pelatihan menjahit, sablon, hingga pembuatan kerajinan tangan berbahan limbah batok kelapa. Produk-produk UMKM lokal, seperti kaos dan cendera mata khas Belawa, turut dipamerkan dan dipasarkan.
“Sebagai bentuk apresiasi kepada para pengunjung, momen tahun baru ini kami isi dengan berbagai kegiatan hiburan, mulai dari pentas seni tari, pertunjukan calung, jaipong, kecapi, hingga karaoke. Semua kami siapkan secara khusus agar pengunjung merasa terhibur dan betah,” jelas Eman.

Lebih lanjut, Eman menambahkan bahwa saat ini wisata Cikuya Belawa juga telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas tambahan, seperti taman baca serta Sanggar Seni Giri Baswara. Sanggar ini menjadi ruang kreativitas bagi anak-anak dari lima kecamatan sekitar untuk mengembangkan bakat seni dan keterampilan.
Tercatat, lebih dari 40 siswa aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, dengan rencana ke depan akan dilaksanakan uji kompetensi dan sertifikasi guna meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda.

“Kami ingin wisata Belawa tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga sarana pendidikan. Anak-anak harus punya bekal keterampilan nyata untuk masa depan mereka,” pungkasnya.

Prestasi Desa Belawa semakin lengkap setelah berhasil meraih Juara Pertama Lomba Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat, mengungguli Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kuwu Belawa, Deni Kusuma, saat ditemui di lokasi wisata Cikuya.

“Prestasi ini membuktikan bahwa Belawa memiliki potensi besar sebagai desa wisata unggulan. Namun, kemenangan saja tidak cukup. Harus ada dukungan nyata dari pemerintah,” tegasnya.
Deni berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius, khususnya dalam perbaikan dan pelebaran akses jalan menuju lokasi wisata, agar kenyamanan pengunjung semakin meningkat.
“Orang datang ke destinasi wisata itu mencari rasa aman dan nyaman. Kalau jalannya rusak, kenyamanan itu akan hilang. Kami memohon perhatian serius dari pemerintah, bukan hanya perbaikan jalan, tetapi juga peningkatan infrastruktur pendukung lainnya. Insya Allah, tahun ini di sekitar wisata Cikuya juga direncanakan pembangunan kolam renang. Kami berharap mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Bupati Cirebon Imron, hingga dinas terkait dapat melakukan intervensi nyata. Predikat juara ini harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai,” pungkasnya.

Dengan tingginya minat wisatawan dan sederet prestasi yang telah diraih, wisata konservasi Kura-kura Belawa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata edukatif Kabupaten Cirebon, asalkan didukung dengan pembangunan infrastruktur yang serius dan berkelanjutan.

( Ade Falah )