Bogor.swaradesaku.com. Program Sahabat Tani yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi ditutup pada Jumat (31/7/2026) di Villa Pak Camat, Kampung Panyarang, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Program yang berlangsung sejak 28 Juli 2026 tersebut menyasar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) beserta sejumlah kelompok tani, salah satunya Poktan Setia Wargi.

Selama empat hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan observasi lapangan, diskusi, pendampingan, serta pemetaan potensi, sosialisasi materi digital marketing, praktik pembuatan briket padi dan persoalan pertanian bersama para petani. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Pemerintah Desa, Karang Taruna, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
Pada acara penutupan, Kepala Desa Ciburayut, Duloh, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada BEM Fakultas Pertanian UMJ yang telah memilih Desa Ciburayut sebagai lokasi Program Sahabat Tani. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan petani melalui pendekatan akademik yang langsung diterapkan di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Fakultas Pertanian UMJ yang telah melaksanakan Program Sahabat Tani di Desa Ciburayut. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat serta mengakomodasi kebutuhan petani melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujar Duloh.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, Belgi Alhuda, berharap Program Sahabat Tani tidak berhenti sebagai kegiatan akademik semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi dan aksi nyata bagi pembangunan pertanian desa.
“Melalui analisis SWOT yang dilakukan mahasiswa, kita berharap dapat memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sektor pertanian di Desa Ciburayut. Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan program yang berkelanjutan sehingga potensi pertanian dapat berkembang dan berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” kata Belgi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Karang Taruna, Gapoktan, dan kelompok tani menjadi modal penting dalam membangun pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing. Program Sahabat Tani diharapkan menjadi awal kemitraan jangka panjang yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Desa Ciburayut.
(Dede R)
Kepedulian Anda Adalah Semangat Kami
Salam Hormat…
Para Pembaca, Netizen yang dermawan serta baik hati, dengan kerendahan hati kami mohon bantuan donasi untuk Kelancaran Kami dalam menyajikan berita.
Dukungan Yang Anda Berikan Sepenuhnya Digunakan Untuk Biaya Operasional Dan Penulisan Berita, Serta Demi Kelancaran Kami Dalam Menyajikan Berita bermanfaat dan berkualitas, besar kecilnya Donasi Dari Anda Adalah Semangat Besar Bagi Kami
“Terima Kasih Atas Kepercayaan Dan Apresiasinya”.
Pindai Kode QRIS Dibawah Ini Untuk Berikan Donasi :

