Kobar.swaradesaku.com. Beberapa hari yang lalu awak media sudah mendatangi kantor BKSDA SKW ll Pangkalan Bun guna konfirmasi terkait dugaan penganiyaan (Persekusi) yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai BKSDA di Taman Wisata Alam Tanjung Kaluang Desa Kubu yang berujung MM sebagai korban Persekusi, melalui staf BKSDA di infokan bahwa pimpinan tidak ada di kantor, tinggalkan nomor telpon yang bisa di hubungi yang nantinya akan dihubungi, sampai saat ini awak media belum ada yang menghubungi dari pihak BKSDA SKW ll Pangkalan Bun.

Dikediaman MM korban persekusi yang diduga dilakukan oleh oknum BKSDA SKW ll Pangkalan Bun (Kobar) inisial SA dan SO, kemarin hari Selasa (14/4) didatangi 1 orang laki – laki dewasa yang tidak dikenal oleh korban MM dan keluarganya namun orang yang tidak dikenal itu mengaku warga Desa Kubu, dengan alasan mau fotocopy surat tanahnya gunakan printer milik korban.
Penyampaian ibu korban MM yang didampingi MM kepada awak media di kediamannya (15/4) menyampaikan bahwa kurang lebih selama 1 jam, orang tidak dikenal itu menyampaikan ke kami berdua bahwa korban MM ini memang salah dan dipastikan masuk penjara, sementara dari pihak mereka (SA dan SO) bisa 50 persen masuk penjara bisa juga tidak masuk penjara, walaupun masuk penjara mereka masih terima gaji.
Lebih baik cabut laporan karena kalau dilanjutkan biayanya besar dan kalau mau cabut bilang aja sama saya biar saya sampaikan kepada mereka yang nantinya biaya pencabutan ditanggung mereka, itu penyampaian orang tidak dikenal itu kepada kami,” ungkap ibu Salbiah orang tua MM.
Penyampaian orang tidak dikenal itu kepada kami berdua kesannya mengintimidasi keluarga kami, orang tidak dikenal itu kemungkinan berani karena mengetahui bahwa ayah MM atau suami saya keberadaannya tidak di rumah karena kerjanya berlayar di laut.
Melalui pemberitaan ini kami berharap menjadi perhatian pihak yang berwajib terkait dugaan intimidasi ini,” terang Ibu MM kepada awak media.
(Supianur 88)
