• Sel. Mar 24th, 2026

Kobar.swaradesaku.com. Lebaran Idul Fitri yang kedua hari Minggu (22/3/26) sosok pemuda inisial MM warga Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar);infonya membuat keonaran sehingga membuat ketakutan para petugas jaga dan pedagang UMKM di lokasi salah satu objek wisata yang ada di wilayah administrasi Desa Kubu Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain infonya buat keonaran, MM (23) saat ditemukan pihak keluarganya dalam kondisi babak belur dengan terikat pula kedua tangannya kebelakang yang disatukan dengan kedua kakinya yang terikat menggunakan tali plastik dan tali tambang kapal klotok, tersungkur ditepi pantai bantaran sungai Kumai,” seperti isi video yang diterima awak media.

Hari ini Selasa (24/3) di Desa Kubu tepatnya dikediaman Safrudin Kades Kubu, awak media menanyakan berkaitan permasalahan dan hasil mediasi di kantor Desa Kubu atas kejadian penganiayaan yang dialami MM warganya.

Safrudin ke awak media menyampaikan bahwa awal kejadiannya tidak paham sekali, saat mediasi MM tidak hadir hanya ibu MM yang datang.

“Saat mediasi, pihak penjagaan objek wisata itu hadir dengan pimpinannya”.

Adanya mediasi ini karena ada laporan dari pihak anggota penjagaan kawasan tersebut dan juga laporan ibu MM kepada Sekdes (Sekertaris Desa)!ya sama – sama minta dipertemukan,” papar Kades Kubu ini.

Penyampaian pihak penjagaan di saat mediasi, Iyan salah satu anggota penjagaan itu mengaku sebagai korban hingga kakinya jadi bengkak dan pincang akibat serangan MM,” ujar Safrudin Kades Kubu yang mengaku dalam mediasi saat itu tidak ada penyelesaian damainya dimana ibu MM menolak dan tidak puas atas pendapat kita.

Pihak penjagaan diserang MM, kemarin saya ke lokasi tempat kejadian perkara, dari keterangan saksi disana yang saya dapatkan bahwa MM diamankan lantaran mengamuk sementara dilokasi kejadian adalah tempat warga berjualan, kalau tidak diamankan jualan warga hancur.

Pengakuan pihak penjagaan, setelah MM diikat di taruh didarat yang jaraknya kurang lebih 10 meter dari tepi pantai sungai, saksi turut bantu mengikat MM,” papar Safrudin

Ditanya awak media bahwa infonya korban ditemukan ibunya MM dalam keadaan tengkurap ditepi pantai dan ibu MM serta keluarga MM yang melepaskan ikatan dari kedua tangan dan kedua kaki MM yang dijadikan satu ikatan kebelakang, Safrudin memaparkan kembali bahwa info yang didapatkannya bahwa saat MM dalam keadaan terikat pihak penjagaan menempatkan MM didarat, adanya dia ditemukan di tepi pantai lantaran MM berguling – guling ke tepi pantai dan MM sebelumnya berbuat tingkah yang meresahkan penumpang klotok dimana setiap naik kelotok penyebarangan MM selalu melompat dari klotok dan cebur ke sungai, setiap MM bicara keluar aroma bau alkohol dari mulutnya.

Intinya kejadian itu terjadi lantaran pos pihak petugas penjagaan di serang MM, seorang diri MM membuat keonaran di lokasi tersebut,” terang Kades Safrudin Kecamatan Kumai ini.

Masih di Desa Kubu hari yang sama, di kediaman ibunya MM, kepada awak media ibu MM menyampaikan bentuk kekecewaan atas tindakan oknum terhadap MM.
Ibu MM menilai bahwa tindakan main hakim sendiri dengan melibatkan banyak orang hingga anaknya MM yang ditemukannya ditepi pantai dalam posisi terikat, babak belur dan tengkurap di tepi pantai tanpa ada yang menjaganya sangat tidak manusiawi,” papar ibu MM yang berasal dari desa Manjul Seruyan.

Saya tidak bela anak, yang salah tetap salah begitu juga dalam penanganan nantinya terhadap oknum tersebut harus terang dan jelas, apalagi sampai ada pihak penjaga yang jadi korban atau mungkin ada saksi yang jadi korban, kita mohon agar adanya tindakan visum et roportum atas pihak yang menjadi korban serangan MM di lokasi tersebut,” harap ibu MM dengan kalimat dinginnya.

(Supianur 88)