Bogor.swaradesaku.com. Dugaan kisah petualangan asmara yang melibatkan Drs. K.H. Lesmana, M.Pd.Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bogor belakangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu tersebut mencuat setelah beredarnya sejumlah informasi dan cerita dari berbagai pihak yang menyebut adanya hubungan pribadi yang dinilai tidak pantas bagi seorang pejabat publik yang memegang amanah lembaga keagamaan.
Dari informasi yang kami himpun, Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor mempunyai hubungan asmara dengan beberapa orang perempuan yang bukan istri sah nya.
Ada yang sudah di nikah kan secara siri ada pula yang di janjikan akan di nikah kan. Bahkan ada yang lebih tidak bermoral lagi Lesmana ketika video call dengan seorang perempuan sampai menunjukkan alat kelaminnya.
Menurut narasumber yang bisa di percaya sampai saat ini Lesmana membelikan rumah untuk seorang perempuan di wilayah Kecamatan Cibinong.
BAZNAS sebagai lembaga resmi yang mengelola dana zakat, infak dan sedekah memiliki tanggung jawab moral serta integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, kabar mengenai dugaan kehidupan pribadi pimpinan lembaga tersebut langsung memicu perhatian publik dan berbagai kalangan.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai, apabila dugaan tersebut benar adanya, maka hal itu dapat mencoreng nama baik lembaga yang selama ini dipercaya masyarakat dalam mengelola dana umat. Mereka berharap ada klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
“BAZNAS adalah lembaga yang membawa nama baik umat dan agama. Jika ada isu yang menyangkut pimpinan lembaga, sebaiknya segera dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, beberapa pihak juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Informasi yang beredar perlu diklarifikasi kebenarannya agar tidak menjadi fitnah yang dapat merugikan berbagai pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor terkait kabar yang beredar tersebut. Awak media masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi secara langsung.
Bahkan awak media sudah menyampaikan hal ini kepada Bupati Bogor yang selaku Pembina di BAZNAS melalui pesan WhatsApp, namun Bupati Bogor tidak memberikan respon apapun.
Masyarakat berharap persoalan ini dapat segera menemukan titik terang sehingga tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan serta tetap menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat di Kabupaten Bogor
(Red)
