Cirebon.swaradesaku.com. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon menunjukkan tren positif dengan kembali bertumbuhnya jumlah keanggotaan. Kondisi ini menjadi sinyal kebangkitan organisasi setelah sebelumnya mengalami penyesuaian akibat pemisahan administrasi wilayah antara Kota dan Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan internal pengurus dan anggota PWI Kota Cirebon yang menitikberatkan pada penguatan organisasi, konsolidasi internal, serta peningkatan peran strategis wartawan dalam pembangunan daerah.
Dengan hadirnya jajaran pengurus baru yang didominasi semangat regenerasi serta keterlibatan tenaga muda, PWI Kota Cirebon kini menatap masa depan dengan optimisme baru. Pertumbuhan anggota tidak hanya dimaknai dari sisi kuantitas, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat kualitas dan integritas profesi wartawan.
Ketua PWI Kota Cirebon, M. Alif Santosa, S.H., dalam arahannya menegaskan pentingnya peran anggota agar tidak sekadar aktif dalam struktur organisasi, melainkan juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik, khususnya bagi pembangunan Kota Cirebon.
“Kami menitipkan pesan kepada teman-teman semua untuk bersama-sama membawa PWI Kota Cirebon menjadi lebih baik. Berikan karya terbaik, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk daerah yang kita cintai,” ujar Alif dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan PWI Kota Cirebon saat ini bersifat terbuka dan inklusif terhadap ide, gagasan, serta kritik konstruktif dari seluruh anggota.
Setiap potensi yang dimiliki anggota diharapkan dapat disalurkan dan dikembangkan demi kemajuan organisasi.
Anggota yang memiliki gagasan kreatif maupun kemampuan khusus di bidang tertentu diminta tidak ragu menyampaikan aspirasinya kepada ketua maupun jajaran pengurus agar dapat diakomodasi dalam program kerja organisasi.
Ke depan, PWI Kota Cirebon merencanakan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan minat dan bakat (passion) para anggotanya, mulai dari bidang olahraga, keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Setiap anggota memiliki passion yang berbeda. Mari kita bangun PWI Kota Cirebon melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, sesuai dengan keahlian dan potensi masing-masing,” tambahnya.
Kebangkitan PWI Kota Cirebon ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penguatan internal organisasi, tetapi juga mampu menempatkan PWI sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah. Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan penjaga nurani publik yang berperan mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada masyarakat.
Dengan semangat kolektif, keterbukaan gagasan, dan profesionalisme jurnalistik, PWI Kota Cirebon diharapkan dapat bertransformasi menjadi organisasi pers yang kuat, independen, inklusif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
(Ade Falah)
