• Sen. Apr 15th, 2024

Peringatan HPN 2024, Bamus Betawi Dan Stakeholder Dukung Pokjawarkotu Gelar Diskusi Publik Bahas Rencana Induk Kawasan Kotatua

Jakarta.swaradesaku.com. Pokja Wartawan Kotatua (Pokjawarkotu) Jakarta akan melaksanakan Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dan Diskusi Publik jilid II, pada hari Senin, 19 Februari 2024, di Hotel Mercure Jakarta Batavia dengan tema ” Sudahkah Pengelolaan Kota Tua Sesuai Rencana Induk Kawasan Kota Tua Jakarta ?”.

Diskusi jilid II dan tasyakuran HPN 2024 diperingati di tengah sibuknya pemilu 2024. Di momen istimewa ini, Pokjawarkotu Jakarta kembali diingatkan akan peran pers dalam menyebarkan informasi kepada publik secara akurat dan terpercaya, serta menjadi pilar demokrasi yang kokoh dan kontrol sosial.

Sugeng (Plt) ketua Pokjawarkotu Jakarta menegaskan bahwa di jaman ini pentingnya kawasan sejarah atau peninggalan sejarah khususnya di kawasan kotatua Jakarta, itu harus diperhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah, apalagi kawasan Kota Tua, sudah banyak yang datang baik dari luar negeri, luar daerah maupun penduduk asli Jakarta itu.

“Kami dari Pokjawarkotu Jakarta sangat prihatin melihat kondisi dan keadaan kawasan sejarah yang berada di Jakarta ini, terutama setiap pemimpin diganti kebijakan pun ikut berubah sehingga arah kedepan kawasan kotatua ini tidak jelas mau dibawa kemana,” ujar Sugeng.

Acara tasyakuran HPN 2024 dan diskusi publik jilid II akan menghadirkan narasumber sesuai bidang dan kedinasannya yakni Dinas Parekraf, Kebudayaan, PPKUKM, Perhubungan, Citata, BPAD, Konsorsium Kotatua dan Bamus Betawi serta akan dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI

“Semoga diskusi publik nanti yang akan akan dihadiri narasumber dinas terkait tersebut dapat bisa dicarikan solusinya untuk masa depan kotatua jakarta, terutama kebijakan-kebijakan yang satu sinergi ini dapat menjadi solusi dalam mewujudkan kawasan kotatua jakarta menjadi lebih baik bagi stakeholder wilayah, pedagang, pengusaha, maupun pengunjung yang ingin menikmati kawasan kotatua sebagai kawasan cagar budaya yang bertaraf internasional,” harap sugeng.

Sementara itu, Ketua Umum Bamus Betawi Eki Pitung mengatakan bahwa usaha pemerintah dalam mengembangkan dan melestarikan kawasan cagar budaya ini perlu di dukung oleh semua pihak terutama kawasan kotatua ini sebagai awal berdirinya kota jakarta dan sejarah budaya betawi sangat penting untuk dijaga maupun dilestarikan. “Semua pihak wajib mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan dan melestarikan kawasan kotatua, tanpa adanya kotatua Budaya Betawi gak ada, oleh karena itu sebagai orang betawi kita wajib untuk menjaga Kotatua sebagai kawasan sejarah dan budaya, ” Ujar Eki Pitung, Ketua Umum Bamus Betawi (Pokjawarkotu)

(Hariyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *