Indramayu.swaradesaku.com. Korban penusukan dan pengeroyokan lapor ke Polsek Tukdana, Indramayu.

Oknum petugas Polsek Tukdana, Indramayu Jawa Barat, disinyalir main main dalam menangani kasus penusukan dan pengeroyokan terhadap seorang pemuda, oleh tujuh orang anak muda yang diduga sedang mabuk.
Dugaan itu di infokan oleh keluarga korban dengan melihat indikasi tidak diberikannya surat laporan polisi, saat korban melapor ke Polsek Tukdana Senin (11/06/2026).
“Korban diantar Orangtuanya melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Tukdana, Indramayu pada hari Senin pagi hari. Bahkan diantar ke Puskesmas setempat, untuk visum. Sepulang dari Polsek, sampai saat ini korban tidak diberi surat laporan kepolisian. Kerja macam apa ini,” ungkap Keluarga Korban, kepada jurnalis, Senin (03/08).
Sementara, korban, Prabowo 30 tahun, yang dihubungi jurnalis di rumahnya, Blok Pemengkang Desa Bangodua Kecamatan Bangodua, Indramayu, mengaku mengenal tiga dari tujuh pemuda yang mengeroyoknya.
Akibat penusukan dan pengeroyokan dengan cara menusuk badan dan menghajar dan menggigit di bagian muka korban oleh kelima pemuda yang ditengarai tengah mabuk, dan dua orang lainnya mengawasi, itu mengakibatkan rompalnya pipi bersimpah darah dan badan korban di tusuk “Saya kenal mereka. dia mengajak saya pergi jauh di Penyebrangan sungai Pulau Cangak tiba tiba mereka mengeroyok dan menusuk,” ucap . Prabowo
Melihat gelagat tidak baik, korban lanjut pulang. Di luar dugaan, saat berada di pinggir kali, dikejar tiga pemuda yang diketahui bernama Ageng (Coger), Asmadi dan Andre Yang kedua pelaku itu diketahui tinggal di Desa Bangodua Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu dan Andre dari Pangkalan Pari.
Saat itulah, menurut korban, para pelaku tersebut langsung bermain ramai menghajar korban. Dan satu orang menusuk saya tiga kali pakai pisau Badik.
Beruntung, banyak saksi, keluar rumah dan langsung melerai. “Muka korban sudah berdarah semua dan Prabowo mencari selamat menjatuhkan diri ke sungai. Kelihatannya pengeroyok itu sedang mabuk,” jelas Prabowo kepada media.
Prabowo mengaku, malam itu juga langsung ke Puskesmas untuk dimintakan visum bersama polisi.
Sementara, Kepala Desa setempat di wakili Lurah Casnadi mengaku sudah di telepon salah satu keluarga pelaku, bermaksud mengajak damai. “Saya tidak bisa memutuskan. Karena yang mengalami bukan saya. Kalau pihak korban menginginkan kasus ini berlanjut, apa boleh buat,” ucap, Casnadi.
Sementara pihak Polsek Tukdana yang dihubungi media Dan Orang tua korban Pihak Polsek tidak menjawab perihal yang ditanyakan.tutup Jono.
(Muslik).
