• Sab. Agu 1st, 2026

Ketua PWI Kota Cirebon Raih Predikat Lulusan Terbaik Magister Kenotariatan Undip, Bukti Wartawan Terus Berkarya Dan Berprestasi

Semarang.swaradesaku.com. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Umum Kabar Cirebon Grup Pikiran Rakyat, Muhammad Alif Santosa. Ia berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) pada prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung Prof. Soedarto, SH (Muladi Dome), Tembalang, Semarang, Rabu (29/7/2026).

Dalam momentum wisuda tersebut, Muhammad Alif Santosa juga mencatatkan prestasi akademik membanggakan dengan meraih predikat Cumlaude, sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Magister Kenotariatan.

.Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Undip, Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H., M.Hum., sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik yang diraih selama menempuh pendidikan.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa seorang wartawan tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas keilmuan melalui pendidikan tinggi.

Kesibukan memimpin perusahaan pers dan organisasi profesi tidak menjadi penghalang bagi Muhammad Alif Santosa untuk menyelesaikan studi dengan hasil terbaik.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi insan pers, khususnya anggota PWI, agar terus meningkatkan kompetensi, integritas, serta kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.

Muhammad Alif Santosa mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, doa, serta dukungan keluarga, rekan kerja, dan seluruh pihak yang selalu memberikan semangat selama menjalani pendidikan.

“Prestasi ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh insan pers untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Wartawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui kompetensi, integritas, dan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan Magister Kenotariatan akan menjadi bekal berharga dalam mendukung profesionalisme, memperkuat pemahaman terhadap aspek hukum, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, organisasi, dan dunia pers.

Keberhasilan Muhammad Alif Santosa diharapkan menjadi inspirasi bahwa wartawan besar bukan hanya karena profesinya, tetapi karena karya, integritas, dan kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Prestasi akademik tersebut menjadi bukti nyata bahwa dunia jurnalistik dan dunia pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

( Falah )