• Sen. Mar 16th, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) menggelar kegiatan buka puasa bersama (Bukber) dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas antar wartawan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu sore (15/3/2026) tersebut digelar di salah satu warung makan di kawasan Jalan Ahmad Yani (By Pass) depan Grage City, Kota Cirebon, Jawa Barat. Acara ini dihadiri puluhan anggota AWNI serta sejumlah insan pers dari berbagai media cetak dan media online.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina AWNI Gugum Gumilar, jajaran pengurus organisasi, serta perwakilan dari berbagai media seperti Jejak Kasus, Kompas Sidik, Koran Cirebon, Wira Fokus, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua DPD AWNI Jawa Barat, Piryanto, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, namun juga menjadi momentum penting untuk mempererat kekompakan dan meningkatkan kualitas profesionalisme para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, di tengah dinamika dunia informasi yang semakin cepat, wartawan dituntut untuk tetap menjaga integritas serta memegang teguh etika jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Alhamdulillah, berkat dukungan pengurus dan anggota, kegiatan buka puasa bersama di penghujung Ramadan ini dapat terlaksana dengan baik meskipun di tengah kesibukan masing-masing. Selain mempererat silaturahmi agar tetap kompak, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para wartawan untuk saling bertukar pengalaman di lapangan,” ujar Piryanto kepada awak media.

Piryanto yang dikenal dengan jargon “Aja kayak wong susah” (jangan seperti orang susah) itu juga mengingatkan kepada seluruh insan pers agar senantiasa mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai seperti etika, integritas, independensi, serta tanggung jawab sosial harus tetap dijunjung tinggi oleh setiap jurnalis.
“Saya mengajak seluruh rekan-rekan media untuk terus memperkuat peran jurnalistik dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Selain itu yang tidak kalah penting adalah menjaga kekompakan di antara sesama anggota AWNI,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu jurnalis yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dadang, mengapresiasi inisiatif DPD AWNI Jawa Barat dalam menggelar kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya mempererat hubungan antar wartawan dari berbagai media, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan diskusi yang bermanfaat bagi perkembangan dunia jurnalistik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menjaga kekompakan antar wartawan, kegiatan seperti ini juga menjadi wadah untuk saling bertukar pengalaman serta memperluas wawasan jurnalistik. Harapan kami, kegiatan positif seperti ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan saja, tetapi bisa dijadikan agenda rutin organisasi,” ungkap Dadang.

Lebih jauh, kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi simbol bahwa solidaritas antar wartawan sangat penting di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks. Dengan adanya kebersamaan dan komunikasi yang baik antar insan pers, diharapkan lahir kolaborasi positif dalam menyajikan informasi yang berkualitas, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan penuh berkah yang sering dijadikan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat tali persaudaraan. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan yang digagas oleh DPD AWNI Jawa Barat tersebut.

Melalui kegiatan ini, AWNI Jawa Barat berharap para wartawan tidak hanya semakin solid sebagai sebuah organisasi, tetapi juga semakin profesional dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, sekaligus pilar demokrasi di tengah masyarakat.

( Ade Falah )