• Ming. Mar 15th, 2026

Terkait Dualis Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Asep Bunhori, SIP,. S.H., : Pemuda Kritis Denyut Demokrasi

Bogor.swaradesaku.com. Kisruhnya KNPI di Kabupaten Bogor, KNPI Jawa Barat tandanya tidak bisa untuk menyatukan pemuda, dan kurangnya kedewasaan Pimpinan,” kalimat itu lah yang disampaikan oleh Asep Bunhori, SIP,. S.H., mantan Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK – KNPI) Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Ketika menyikapi viralnya sebuah video di Media Sosial (Medsos, tentang kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Bogor oleh sekelompok orang pada tanggal 07 Maret 2026 yang lalu.

Menurut Aabun sapaan akrabnya, untuk menyatukan berbagai isi kepala dengan ego serta latar belakang organisasi yang berbeda-beda itu bukan perkara mudah, tapi itulah seni kepemimpinan yang sesungguhnya.

“KNPI memang punya sejarah panjang sebagai wadah “Laboratorium Pemuda” disana perbedaan pendapat bukan sebuah penghalang, akan tetapi bumbu untuk mencapai satu tujuan besar bagi Bangsa,” ungkapnya, Sabtu 14 Maret 2026.

Aabun melihat isu hari ini tentang dualisme yang ada di tubuh DPD KNPI Kabupaten Bogor, hanya sebagai penomena haus kekuasaan atas ambisi penguasaan “dana hibah”

“Untuk Pemimpin yang hebat itu Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menyatukan pemuda yang berbeda pendapat, tetapi satu tujuan, itu namanya pemuda KNPI

Bukan orang yang haus dengan kekuasaan serta memperebutkan dana hibah, itu bukannya ekpresi namanya itu ego dikedepankan, coba bisa duduk bareng apa sih yang gak selesai dengan segelas kopi.

Sementara diatasnya juga di DPP kurang dewasa didalam kepemimpinannya yang mengakibatkan terjadinya dualisme ditingkat DPD Provinsi serta Kabupaten dan Kota secara otomatis sampai ke tingkat Kecamatan dampaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut Aabun menjabarkan pandangan nya terkait Pemuda Kritis sebagai tanda nyata adanya denyut nadi kehidupan didalam demokrasi untuk Generasi bangsa berkelanjutan.

“Pemuda yang kritis itu tanda bahwa demokrasi kita masih punya “denyut nadi” dan emang sudah seharusnya Pemuda begitu, kalau Pemuda cuma manggut – manggut saja, yang seperti itu nama – nya bukan regenerasi tetapi sekadar pajangan.

Dengan membiarkan Pemuda untuk berpikir kritis artinya itu telah memberikan mereka ruang untuk mempertanyakan kemapanan dan mencari solusi baru dengan tidak menelan mentah – mentah apa yang ada.

Semua disajikan berdasarkan kajian ilmiah, jadi di wadah seperti KNPI, kekritisan ini justru yang membuat organisasi tetap relevan dan tidak kaku, ngapain harus dualisme ???, yang akhirnya timbul permusuhan ditubuh KNPI itu sendiri, bukan KNPI kalau masih dualisme.

Pemimpin yang lahir dari rahim KNPI biasanya itu lebih tahan banting, karena sudah terbiasa dalam hal bernegosiasi dengan beragam kepentingan….

Memang benar kata pepatah Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, namun ditangan pemuda yang solid, visi besar seberat apa pun akan terasa lebih ringan, jangan menjadi Pemimpin KNPI jika masih timbul rusuh ditubuh KNPI,” tegasnya.

(Red)