Cirebon.swaradesaku.com. Semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan kembali terlihat dalam kegiatan “Berbagi Kasih di Bulan Ramadan ke-5” yang mengusung tema “Ramadan Istimewa, Cirebon Timur Ceria.” Kegiatan tersebut digelar di area Pendopo Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim piatu. Dalam kegiatan ini, sebanyak 65 anak yatim piatu menerima santunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap mereka di bulan suci Ramadan.
Selain santunan, panitia juga membagikan sekitar 1.500 paket takjil kepada masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Dalam waktu singkat, ribuan paket takjil yang disiapkan panitia habis dibagikan kepada warga.
Ketua panitia kegiatan, Didi Diwong, mengatakan bahwa kegiatan bertema “Ramadan Istimewa, Cirebon Timur Ceria” ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ajang mempererat kebersamaan antar komunitas dan masyarakat di wilayah Cirebon Timur.
Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Organisasi Anak Seni Cirebon (ASC), Aspec, komunitas VOC Vespa Cirebon, Vxing Perates Cirtim, Karang Taruna Kecamatan Lemahabang, Pemuda Pancasila Rider Cirebon, Satsitset Management, PKH Lemahabang, Platina Geser, Gagal Gimballz, Gerakan Mahasiswa Cirebon Timur, Pandawa Lima, Nata Jagat Nawasena, Sekdes Desa Cipeujeh Wetan, serta sejumlah komunitas lainnya yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi takjil atau santunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadan,” ujarnya.
Selain santunan dan pembagian takjil, kegiatan “Ramadan Istimewa, Cirebon Timur Ceria” juga diisi dengan berbagai aktivitas positif dan edukatif, seperti cukur rambut gratis khusus untuk anak-anak yatim piatu, kegiatan membaca buku dan mewarnai gratis bagi anak-anak, serta penampilan seni budaya berupa tari tradisional yang menambah semarak suasana.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan live musik yang menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang hadir. Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Untuk menambah nilai spiritual dalam kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan ceramah singkat atau kultum yang mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, relawan, serta para anak yatim piatu yang menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Momen berbuka puasa bersama ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan berbagi kasih ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Cirebon Timur dapat terus tumbuh dan semakin kuat. Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai empati, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan sosial seperti ini juga menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap anak-anak yatim piatu merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak, diharapkan mereka dapat merasakan kebahagiaan serta mendapatkan semangat baru untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, aksi sosial seperti ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Momentum Ramadan pun menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
(Ade Falah)
