• Sen. Feb 9th, 2026

Cirebon.swaradesaku.com. Sebuah rumah makan yang dikenal dengan nama Bebek Rakyat di wilayah Ciledug, Cirebon Timur, tengah menjadi sorotan warganet. Sorotan tersebut muncul setelah beredarnya unggahan yang memperlihatkan kondisi tempat makan yang dinilai kurang terjaga kebersihannya dan jauh dari standar higienitas.

Dalam unggahan yang viral itu, tampak banyak lalat beterbangan di area penyajian makanan. Selain itu, kondisi kebersihan tempat makan juga dipertanyakan, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terkait aspek kesehatan dan keamanan konsumsi.

Kondisi tersebut langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar mengaku resah terhadap standar kebersihan yang ada, mengingat rumah makan merupakan ruang publik yang seharusnya memenuhi syarat sanitasi dan higienitas yang ketat. Terlebih, usaha kuliner berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat.

Masyarakat berharap pihak pengelola rumah makan segera melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan area dapur, tempat penyajian, hingga pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan sekitar. Langkah cepat, transparan, dan konsisten dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Selain itu, warga juga mendorong instansi terkait, seperti dinas kesehatan atau pengawas makanan, untuk turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Pengawasan ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan konsumen sekaligus pembinaan bagi pelaku usaha agar memenuhi standar yang telah ditetapkan, ( Senin/9/2/26 ).

Salah satu aktivis Cirebon Timur, R. Hamzaiya, S.Hum., menyampaikan bahwa peristiwa viral seperti ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku usaha kuliner. Menurutnya, dalam dunia usaha makanan, rasa saja tidak cukup. Kebersihan, sanitasi, dan standar higienitas merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Ia menegaskan, ketika sebuah rumah makan mengabaikan aspek kebersihan, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi usaha, tetapi juga kesehatan masyarakat luas. Satu kelalaian kecil dapat berdampak besar, mulai dari potensi keracunan makanan, penyebaran penyakit, hingga hilangnya kepercayaan konsumen.

Peristiwa ini tidak boleh dianggap sekadar viral sesaat di media sosial. Ini merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap sektor kuliner masih perlu diperketat, terutama di daerah dengan pertumbuhan usaha makanan yang cukup pesat.

Kebersihan bukan sekadar soal estetika, melainkan menyangkut keselamatan publik.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan mengambil langkah nyata, bukan hanya menunggu laporan. Inspeksi rutin, pembinaan, serta edukasi terhadap pelaku usaha harus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya bukan semata-mata memberi sanksi, melainkan memastikan setiap usaha kuliner memenuhi standar kesehatan yang layak.

Sementara itu, Owner Bebek Rakyat Ciledug, Wasis Pratama, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui asal lalat tersebut. Ia menegaskan, pihak manajemen telah berupaya maksimal menjaga kebersihan demi kenyamanan pelanggan.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami bersama, terutama terkait kecepatan karyawan dalam membersihkan sisa makanan konsumen dan menjaga area makan. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik bagi konsumen,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaku usaha harus menyadari bahwa kepercayaan konsumen adalah aset utama. Sekali kepercayaan itu hilang akibat persoalan kebersihan, akan sangat sulit untuk mengembalikannya. Karena itu, menjaga sanitasi dapur, kebersihan alat makan, serta lingkungan usaha harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap.

Masyarakat sebagai konsumen pun memiliki peran penting. Sikap kritis terhadap kondisi tempat makan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Namun, kritik sebaiknya disampaikan secara bijak dengan tujuan perbaikan, bukan sekadar menjatuhkan.

Peristiwa ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pihak di Cirebon Timur. Jika standar kebersihan dan higienitas benar-benar dijaga, bukan tidak mungkin sektor kuliner di wilayah ini akan semakin berkembang, dipercaya masyarakat, dan mampu bersaing secara sehat.

(Ade Falah)