• Jum. Feb 27th, 2026

Acara Puncak Hajat Lembur Dan Ruwat Di Kp Sukamanah Desa Tugujaya Cigombong Berlangsung Meriah, Ratusan Warga Hadiri Haul Pendiri Kampung

Bogor.swaradesaku.com. Puncak acara Hajat Lembur dan Ruwat Kampung Kampung Sukamanah, Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah dan khidmat pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan yang digelar di Masjid dan halaman Masjid Nurul Khoirot ini dihadiri ratusan warga Kampung Sukamanah serta masyarakat dari luar kampung.

Rangkaian acara diawali dengan Ziarah Kubro ke maqom pendiri Kampung Sukamanah, dilanjutkan dengan Haul pendiri kampung RADEN SALEJA, keturunan Sukapura, beserta istrinya Uyut Lantisah. Kegiatan ini menjadi momentum mengenang jasa para leluhur sekaligus mempererat kebersamaan warga dan para keturunannya.

Acara dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an, dzikir dan ataqoh, serta pembacaan Marhaba yang memaparkan silsilah pendiri Kampung Sukamanah. Sejumlah keturunan Raden Saleja dan Uyut Lantisah dari Citeureup, Cigombong, dan berbagai wilayah di Kabupaten Bogor turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat.

Hajat Lembur dan Ruwat Kampung ini dipimpin oleh Ustadz Chep Kholil, tokoh masyarakat sekaligus penggagas acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT.

“Hajat Lembur dan Ruwat Kampung ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya, khususnya hasil tani warga Sukamanah yang melimpah ruah. Ini juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi keturunan Bani Raden Saleja dan Uyut Lantisah,” ujar Ustadz Chep Kholil.

Ia juga berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai tradisi keagamaan dan budaya kampung.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus kita jaga dan laksanakan setiap tahun agar generasi muda tetap mengenal sejarah, leluhur, dan nilai-nilai kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tugujaya, Rifki Abdillah, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Kampung Sukamanah dalam menjaga tradisi leluhur.

“Saya mengapresiasi masyarakat Kampung Sukamanah yang tetap menjaga nilai budaya dan keagamaan melalui Hajat Lembur dan Ruwat Kampung. Ini adalah kearifan lokal yang harus terus dipertahankan karena memperkuat persatuan dan identitas desa,” ungkap Rifki Abdillah.

Menjelang akhir acara, panitia menghadirkan hasil bumi dan hasil tani warga Sukamanah sebagai simbol rasa syukur. Hasil tani tersebut kemudian dibagikan dan diambil warga secara bebas, disambut antusias, terutama oleh anak-anak yang turut memeriahkan suasana.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Hajat Lembur dan Ruwat Kampung yang keempat, dan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai tradisi yang memperkuat nilai religius, sosial, dan budaya masyarakat Kampung Sukamanah.

(Dede Royani)