Bandung.swaradesaku.com.Magot adalah salah satu jenis belatung yg berasal dari BSF (Black Soldier Fly) yang sudah banyak di budidayakan oleh sebagian rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Kabupaten Bandung pada khususnya.

Sebagai salah satu pegiat lingkungan, Iwan Sulistiawan menyampaikan beberapa hal terkait budidaya “Magot” kepada pewarta Swaradesaku, dengan harapan informasi yang disampaikan dapat memberikan motivasi kepada
masyarakat lainnya.(17/07/2022).
Budidaya magot ini sebenarnya adalah suatu upaya yang di lakukan oleh para pelaku pegiat lingkungan, bertujuan untuk mengurangi limbah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun sampah pasar, ini menjadi salah satu makanan utama dalam memelihara magot.
Adapun keuntungan berbudi daya magot sebagai berikut :
a. Membantu menanggulangi limbah sampah organik.
b. Meningkatkan pendapatan para pelaku budi daya magot, Karena magot mempunyai nilai ekonomis yang menjanjikan.
c. Mengurangi pemakaian pakan pabrikan bagi para peternak, sebab magot mempunyai nilai nutrisi yg tinggi sebagai bahan pakan ternak.
Sebelum memulai pengolahan pelet tersebut kita harus mengetahui lebih dahulu kandungan nutrisi yang terdapat pada magot serta bahan bahan campuran lainnya.
Dengan dasar di atas maka bank sampah lacak 1 desa Lampegan Kecamatan Ibun, telah melakukan Budi daya magot tersebut sejak tahun 2021 sampai dengan sekarang.
Dalam kegiatan Budi daya magot yang telah berjalan ini maka para pengurus bank sampah lacak 1 Desa Lampegan Kec ibun berinovasi dalam hal PEMANFAATAN MAGOT UNTUK BAHAN PENGOLAHAN PELET (PAKAN TERNAK).
Selain magot bahan lainnya yg akan digunakan untuk pembuatan pelet adalah :
a. Magot.
b. Limbah kulit telor.
c. Limbah sekam padi.
d. Limbah kulit pisang.
e. Limbah kulit ubi kayu.
f. Tepung tapioka.
g. Tepung jagung.
Serta bahan campuran lainnya untuk memenuhi kandungan mineral dan vitamin yg dibutuhkan oleh ternak.
Sebelum memasuki tahap pengolahannya mari kita lihat kandungan nutrisi dari bahan bahan. Tersebut.
Setelah mengetahui komposisi yang akan di gunakan dalam pembuatan pelet tersebut maka kita harus menghitung juga biaya produksi serta nilai nutrisi yang didapat pada komposisi tersebut.
Setelah mengetahui kandungan nutrisi dari bahan tersebut baru kita masuk ke tahap pengolahan pelet dengan membuat komposisi dari bahan yang akan digunakan.
Adapun sebagai acuan dalam hal menghitung kandungan nutrisi dari komposisi yang ada adalah nilai kandungan nutrisi dari bahan yang digunakan.
Dalam hal ini yang di hitung adalah kandungan Protein dari pelet tersebut.
Dan produksi pelet berbahan dasar magot ini sudah mulai berjalan dan mulai banyak yang pesan terutama para peternak yang ingin pakan murah .

Pembuatan pelet yang diproduksi oleh bank sampah lacak 1 Desa Lampegan Kec Ibun, Kab Bandung telah melalui uji PROXIMAT yang di bantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, demikian menurut keterangan Iwan Sulistiawan selaku pendamping bank sampah lacak 1 Desa Lampegan Kec Ibun.
Kontributor : Andy