Pimpin Langsung Kerja Bakti KRL, Pemdes Lemah Duhur Ajak Warga Dukung Pengembangan Dayeuh Pajajaran

Bogor.swaradesaku.com. Pemerintah Desa (Pemdes) Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bersama masyarakat menggelar kegiatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di Kampung Bendungan, RT 04/RW 02, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran.

Kegiatan kerja bakti yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lemah Duhur, Ujang Najmudin, itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK, Karang Taruna, Ketua RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga warga setempat.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan membersihkan dan merapikan lingkungan. Selain menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Kepala Desa Lemah Duhur, Ujang Najmudin, mengatakan bahwa kegiatan KRL di kawasan Dayeuh Pajajaran merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus bagian dari upaya mendukung program pembangunan desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan wilayah yang lebih bersih, nyaman, dan tertata,” ujarnya.

Menurut Ujang, kegiatan KRL, termasuk penataan lingkungan dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, sejalan dengan upaya mendukung program Bupati Bogor, yakni Dayeuh Pajajaran. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya melestarikan budaya Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Ia menilai Desa Lemah Duhur memiliki potensi alam yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Pemandangan Gunung Salak, hamparan persawahan di sisi wilayah desa, serta aliran sungai dengan air yang jernih menjadi kekayaan alam yang dapat menunjang pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran.

“Desa Lemah Duhur memiliki potensi alam yang sangat baik. Pemandangan Gunung Salak, hamparan sawah, serta aliran air yang jernih menjadi daya tarik tersendiri. Kami berharap potensi ini dapat dikembangkan sehingga mampu menarik wisatawan dari luar daerah dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ujang berharap kegiatan KRL tidak hanya dilaksanakan sesekali, tetapi dapat menjadi agenda rutin dan kebiasaan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata merupakan modal penting untuk mendukung pengembangan desa, khususnya di sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus terjaga demi kemajuan Desa Lemah Duhur,” tambahnya.

Uplek: Masyarakat Harus Bersama-sama Menjaga Kawasan Dayeuh Pajajaran

Sementara itu, Uplek selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dayeuh Pajajaran mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut. Ia mengingatkan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, merawat saluran air, serta menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Menurutnya, kawasan Dayeuh Pajajaran perlu dijaga bersama agar pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Adapun penataan kawasan Dayeuh Pajajaran disebut mencakup pembangunan area dengan panjang sekitar 200 meter, pekerjaan infrastruktur jalan hotmix sepanjang 1.336 meter, serta penataan melalui program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan sebagai salah satu potensi wisata desa.

Uplek berharap seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam merawat fasilitas yang telah dibangun, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengembangkan potensi lokal. Dengan demikian, kawasan Dayeuh Pajajaran diharapkan dapat menjadi lingkungan yang bersih, asri, nyaman, serta memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Melalui kegiatan KRL, Pemdes Lemah Duhur berharap semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan desa yang tertata, berdaya saing, serta mampu mengembangkan potensi alam dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Usep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *