Miris! Taman Miniatur Kebudayaan Kotim Dipenuhi Semak Belukar, Pemeliharaan Dipertanyakan

Kotim.swaradesaku.com. Kondisi Taman Miniatur Kebudayaan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kini menjadi sorotan. Area taman yang seharusnya menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat justru terlihat dipenuhi semak belukar, terutama di bagian pagar depan dan sejumlah area di dalam kawasan taman.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan taman tersebut sebagai salah satu aset daerah yang diharapkan mampu melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal. Selain menjadi sarana edukasi, taman ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan kebudayaan kepada pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, termasuk wisatawan mancanegara.

Namun, kondisi lingkungan taman yang terlihat kurang terawat memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap pemeliharaan dan perawatan fasilitas tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Tahun Anggaran 2025 disebutkan terdapat pekerjaan rehabilitasi bangunan dan pengurukan halaman taman. Meski demikian, kondisi terkini di lokasi menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pemeliharaan setelah pekerjaan pembangunan atau rehabilitasi dilaksanakan.

Pemeliharaan Aset Daerah Jadi Sorotan

Pembangunan fasilitas publik semestinya tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik semata. Pemeliharaan secara berkala menjadi bagian penting agar bangunan dan lingkungan tetap terjaga, berfungsi optimal, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kondisi Taman Miniatur Kebudayaan Kotim yang terlihat ditumbuhi semak belukar pun memunculkan pertanyaan mengenai program perawatan yang dijalankan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Publik tentu berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut dapat dikelola secara baik dan tidak dibiarkan terbengkalai.

Terlebih, pada bulan lalu Bupati Kotawaringin Timur telah melantik kepala dinas yang baru. Pergantian pimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi pengelolaan aset kebudayaan, termasuk memastikan kegiatan pemeliharaan berjalan secara terencana dan berkelanjutan.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah kepala dinas yang baru dalam merespons kondisi taman tersebut. Apakah akan ada evaluasi, program pemeliharaan khusus, atau terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas kebudayaan di Kotim?

Konfirmasi Dinas Masih Ditunggu

Pada 9 Oktober 2026, awak media telah berupaya meminta konfirmasi terkait pembangunan dan kondisi Taman Miniatur Kebudayaan tersebut, termasuk informasi mengenai dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Sampit dan salah satu desa di Kecamatan Kota Besi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, awak media mengaku belum menerima klarifikasi dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur.

Keterangan resmi dari dinas terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan yang utuh, terutama mengenai pekerjaan rehabilitasi dan pengurukan pada Tahun Anggaran 2025, program pemeliharaan yang telah dilaksanakan, serta rencana perawatan taman ke depan.

Transparansi dan keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui bagaimana aset daerah dikelola dan sejauh mana manfaat pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dirasakan.

Awak media akan terus berupaya meminta klarifikasi tertulis dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur guna memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

Masyarakat pun berharap kepala dinas yang baru dapat menghadirkan langkah nyata untuk membenahi pengelolaan taman kebudayaan tersebut. Sebab, menjaga kebudayaan bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi juga memastikan warisan budaya tetap terawat, lestari, dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

(Supianur 88)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *