Kualitas Pengaspalan Jalan Bankeu Desa Tajur Disorot, Diduga Tipis Dan Berpori

Bogor.swaradesaku.com. Pekerjaan pengaspalan jalan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahap I di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Pasalnya, hasil pekerjaan yang menelan anggaran sebesar Rp163.551.000 tersebut diduga memiliki ketebalan aspal yang tidak sesuai spesifikasi serta menunjukkan sejumlah indikasi kualitas pekerjaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek pengaspalan tersebut memiliki panjang 230 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan yang direncanakan 0,03 meter atau 3 sentimeter. Meski pekerjaan telah selesai dilaksanakan, kondisi permukaan jalan diduga menunjukkan sejumlah kekurangan.

Hasil pengamatan di lokasi memperlihatkan permukaan aspal yang tampak tipis dan memiliki pori-pori. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses pemadatan atau penggilasan belum dilakukan secara optimal. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tahan jalan, terutama ketika terpapar air hujan.

Namun, untuk memastikan kesesuaian ketebalan, mutu material aspal, dan proses pemadatan terhadap spesifikasi teknis, diperlukan pemeriksaan serta pengukuran langsung oleh pihak yang berwenang.

Warga Pertanyakan Kualitas Jalan

Kekecewaan terhadap kondisi jalan juga disampaikan seorang pengendara sepeda motor bernama Adi yang ditemui awak media di lokasi pekerjaan.

Dengan logat Sunda, Adi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap daya tahan jalan tersebut.

“Bangunan jalan ini mah moal tahan lama, masalahna aspalna ipis. Lamun hujan pasti kagerus cai,” ujarnya, yang berarti jalan tersebut dikhawatirkan tidak akan bertahan lama karena lapisan aspalnya tipis dan berpotensi terkikis air hujan.

Pernyataan warga tersebut menjadi salah satu masukan yang perlu diperhatikan, mengingat pembangunan infrastruktur desa menggunakan anggaran publik yang semestinya memberikan manfaat dan kualitas memadai bagi masyarakat.

Kepala Desa Belum Memberikan Klarifikasi

Untuk memperoleh penjelasan dan menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media Saber berupaya mendatangi Kantor Desa Tajur guna meminta konfirmasi kepada kepala desa. Namun, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui.

Upaya konfirmasi selanjutnya dilakukan melalui pesan WhatsApp ke nomor telepon seluler Kepala Desa. Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan atau klarifikasi yang diterima awak media.

Belum adanya respons tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi teknis, dan pengawasan proyek masih memerlukan penjelasan dari pemerintah desa.

AWPI Soroti Mutu Pekerjaan dan Minta Pemeriksaan

Pada hari yang sama, awak media juga menemui Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) yang akrab disapa Bunda di Kantor Kecamatan Citeureup. Sejumlah foto kondisi pekerjaan pengaspalan diperlihatkan untuk mendapatkan tanggapannya.

Setelah melihat dokumentasi tersebut, Bunda menilai kondisi pekerjaan itu perlu mendapat perhatian serius dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau seperti ini kualitas pekerjaan Desa Tajur, saya khawatir tidak akan bertahan lama. Coba kita lihat mutu aspalnya, sepertinya perlu diperiksa apakah sudah sesuai spesifikasi. Cara pemadatannya juga perlu dievaluasi karena permukaan terlihat berpori dan lapisan aspalnya tampak tipis,” ungkapnya.

Menurut Bunda, dokumentasi tersebut dapat menjadi bahan awal untuk meminta Inspektorat Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan. Ia juga mendorong agar pengawasan dilakukan secara objektif, termasuk memeriksa ketebalan aspal, mutu material, volume pekerjaan, serta kesesuaian hasil di lapangan dengan dokumen perencanaan dan anggaran.

“Kalau memang ditemukan ketidaksesuaian, kami mendorong agar Inspektorat memberikan rekomendasi perbaikan dan menindaklanjuti sesuai kewenangannya. Jika terdapat indikasi pelanggaran hukum berdasarkan hasil pemeriksaan, persoalan ini dapat diteruskan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Bunda menambahkan, penggunaan dana Bantuan Keuangan seharusnya mengutamakan kualitas pembangunan dan kepentingan masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan secara administratif.

Menurutnya, pengawasan terhadap proyek infrastruktur desa perlu diperkuat agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Inspektorat Diharapkan Turun Tangan

Sorotan terhadap pekerjaan pengaspalan Desa Tajur menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran publik. Setiap pekerjaan yang dibiayai dari uang negara harus dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku.

Inspektorat Kabupaten Bogor diharapkan dapat menindaklanjuti informasi tersebut melalui pemeriksaan sesuai kewenangannya. Apabila ditemukan kekurangan mutu atau ketidaksesuaian pekerjaan, langkah korektif perlu dilakukan agar hak masyarakat atas pembangunan yang layak tetap terlindungi.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Pemerintah Desa Tajur belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media Saber.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Tajur maupun pihak terkait lainnya guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik.

(Edy.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *