Merawat Tradisi, Menjaga Laut: Nadran 2026 Semarakkan Desa Bungko Kidul

Cirebon.swaradesaku.com. Semangat melestarikan warisan budaya sekaligus mensyukuri limpahan rezeki dari laut kembali mewarnai kehidupan masyarakat pesisir Desa Bungko Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.
Melalui tradisi tahunan Nadran atau pesta laut, masyarakat nelayan setempat menggelar rangkaian kegiatan adat dan doa bersama pada Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan agar kehidupan para nelayan senantiasa diberikan keberkahan.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi Nadran tetap memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat pesisir. Selain menjadi warisan leluhur yang terus dipertahankan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong antarnelayan.

Kuwu Desa Bungko Kidul, Joni Iskandar, mengatakan bahwa Nadran merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas nikmat dan rezeki yang selama ini diberikan oleh Sang Pencipta melalui hasil laut.

Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui doa dan ritual adat, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan kebersamaan masyarakat nelayan Desa Bungko Kidul sekaligus mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Pada prinsipnya, rasa syukur diharapkan membawa keberkahan dan menambah nikmat dalam kehidupan kita,” ungkap Joni.

Ia juga berharap tradisi Nadran mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian laut sebagai sumber utama penghidupan nelayan.

“Harapan kami, melalui Nadran ini masyarakat semakin kompak, saling bergotong royong, dan bersama-sama menjaga kelestarian laut dengan cara yang ramah lingkungan. Sebab, laut merupakan sumber mata pencaharian yang harus kita rawat agar hasilnya dapat terus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan,” tambahnya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi tersebut juga disampaikan Camat Kapetakan, Aditya Arif Maulana. Ia menilai Nadran merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut Aditya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari laut sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Insyaallah, dengan niat baik dan rasa syukur, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya masyarakat nelayan Desa Bungko Kidul atas rezeki yang selama ini diperoleh dari laut, khususnya di Desa Bungko dan umumnya di wilayah Kecamatan Kapetakan,” tuturnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar serta membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan Nadran ini berjalan dengan baik, lancar, serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” pungkasnya.

Semarak Nadran Bungko Kidul 2026 menjadi pengingat bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan sosial masyarakat pesisir.

Lebih dari sekadar pesta rakyat, tradisi ini mengandung pesan penting tentang rasa syukur, persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian laut demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

( Falah )