Satpol PP Kab Bogor Tertibkan Puluhan Bangunan Karaoke Mesum

    Bogor.swaradesaku.com. Puluhan bangunan tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokalisasi terselubung terbesar di Kecamatan Kemang dan Parung dibongkar aparat Satpol Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meski sempat ada perlawanan, namun eksekusi pembongkaran berjalan lancar.

    “Rangkaian hari ini Satpol PP mendapat limpahan setelah penyegelan kami bongkar. Sekitar 80 persen pemilik sudah bongkar sendiri, tetapi kita membongkar bangunan hingga pondasi,” kata Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Pemkab Bogor, Ruslan kepada wartawan, Kamis 2 Mei 2019.

    Dari puluhan bangunan yang dibongkar itu Blok Kirai dan Blok Yuli dengan jumlah 22 bangunan. Alat berat eskavator meratakan bangunan-bangunan yang disinyalir menjadi lokalisasi mesum berkedok karaoke.

    Dalam praktiknya, setiap bangunan terdapat ruangan dengan perempuan berpakaian seksi yang dijuluki pemandu lagu (PL). Saat proses eksekusi lokasi hanya dijumpai pemilik THM.

    “Kegiatan mesum, konotasinya seperti itu. Mesum ini ada atau tidak dengan wanita yang namanya PL,” kata Ruslan.

    Penertiban ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Satpol PP. Namun, usai lebaran, tempat hiburan malam ini dibangun dan beroperasi. Ruslan berdalih, tak dijeratnya hukum perda kepada pemilik tempat esek-esek ke pengadilan lantaran pemilik lahan dan bangunan dua orang yang berbeda.

    “Ya, sanksinya penyewa semua, masalah pemilik lahan tidak tahu, kalau ada pemilik lahan kita pidanakan karena bukan peruntukannya,” ujarnya.

    Ruslan menegaskan, pihak Satpol PP akan melakukan pengawasan rutin untuk mencegah kembali munculnya aktivitas  hiburan malam. Diperkirakan, sebanyak 40 bangunan menjadi sasaran dalam operasi ini. “Ini sepanjang Kemang Parung, ada 40-an tapi belum ada data riil,” katanya.

    Selain menertibkan bangunan, sebelumnya Satpol PP bersama BNN dan Polri merazia kontrakan kediaman para wanita malam. Selain dimintai keterangan, para pekerja malam ini juga dites narkoba dan HIV.

    “Di sana bekerja sebagai apa. Dan mereka mayoritas bukan warga Bogor. Mereka ada yang dipulangkan dan dibina BKS (Balai Kesejahteraan Sosial) Citeureup,” terangnya.

    Ruslan menambahkan, operasi yang dinamakan Nobat ‘Nongol Babat’ ini rutin dilakukan tidak hanya menjelang bulan suci Ramadhan. “Kegiatan ini untuk selamanya diberantas. Kita tegas masalah seperti ini,” ujarnya.

    Di lokasi yang sama, Sekretaris Kecamatan Kemang, Ridwan menambahkan, agar tidak kembali muncul dan penertiban terulang, pihaknya melakukan pengawasan bersama masyarakat, MUI, dan TNI Polri.

    “Pada dasarnya ini kewajiban melaksanakan program Kabupaten Bogor, THM jika sudah dibongkar dan mengawasi bagaimana caranya agar tidak hidup kembali. Penolakan ormas, masyarakat itu hanya riak-riak, dinamika biarkan saja, yang terpenting pemerintah sesuai aturan,” katanya.(San)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *