Sunarsih Warga Tidak Mampu Sudah 6 Bulan Terbaring Sakit Dan Saat Ini Masih Butuh Bantuan

    Bogor.swaradesaku.com. Sunarsih warga Bekasi tepatnya di Jl. Harun Kampung Bulak Pondok Melati Bekasi, warga miskin yang hingga kini belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya pernah diberitakan pada media beberapa waktu yang lalu, “Warga Harun Pondok Melati Keluhkan Program Pemerintah Tidak Tepat Sasaran,” newswartapublik.com terbit 20 Juni 2018.

    Setelah pemberitaan tersebut Sunarsih pernah dipanggil oleh ketua RT setempat dan ditindak lanjuti pihak kelurahan untuk dibuatkan kartu Sehat, dan Dinsos Bekasi Juga pernah mengunjungi kontrakannya menurut Sunarsih Dinsos akan memberikan Program PKH yang baru tapi sampai saat ini sudah satu tahun sejak dijanjikan Dinsos belum ada tindak lanjutnya.

    “Katanya akan dimasukan daftar PKH yang baru tapi sampai sekarang belum,” ujar Sunarsih, Minggu (28/4/2019).

    Kondisi Sunarsih saat ini sungguh memprihatinkan, sudah 6 bulan terbaring sakit, beban hidupnya kian bertambah karena ia harus membayar uang kontrakan yang sekarang menunggak 2 bulan sebesar Rp. 1.100.000, belum lagi Sunarsih harus membiayai keperluan sekolah anaknya yang saat ini butuh dana sebesar Rp. 1.000.000.

    Sunarsih hanya pasrah dengan keadaannya saat ini, ia tak bisa lagi menjadi buruh cuci pakaian pada tetangganya lantaran sakit yang sudah lama dideritanya dan perlu perawatan khusus untuk kehidupan sehari-hari kini Sunarsih hanya mengandalkan Suaminya yang hanya tukang jahit dompet dan itupun hasilnya tidak seberapa.

    “Radang paru paru sama lambung terus liver,” ujar Rani anaknya yang masih butuh biaya sekolah saat di konfirmasi.

    Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirm resmi pihak kelurahan maupun Dinsos untuk mengklarifikasi Program PKH yang di janjikan beberapa waktu yang lalu.

    Mudah mudahan diantara pembaca ada yang tergerak hatinya untuk membantu Sunarsih bisa datang langsung kerumah nya.(Red/JC)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *