Di Kec Sukamakmur Kab Bogor Masih Ada Kampung Termarginal

    Bogor.swaradesaku.com. Pembangunan di Kecamatan Sukamakmur rupanya masih berjalan lambat.

    Lihat saja kehidupan masyarakat di Kampung Mulyasari dan Babakan Banten di Desa Sukamulya, serta Kampung Bojong Honje, Bojong Terong dan Nyalindung di Desa Pabuaran.

    Di lima kampung tersebut, Pemerintah seolah lupa menyediakan infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan bagi warganya.

    Belum lama ini Radar Bogor menyambangi lima kampung termarginal di Sukamakmur itu. Layaknya daerah-daerah terpencil pada umumnya, kehidupan masyarakat di sana jauh dari kata ramai.

    Di Kampung Bojong Honje, RT 02/04, Desa Pabuaran, awak media ini bertemu dengan salah seorang warga yang tengah menderita karena mengidap tumor di sekujur tubuhnya.

    Dia bernama Caca, pria paruh baya. Ketika ditemui, Caca tampak kelelahan. Dia mengaku baru saja pulang dari Puskesmas Sukamakmur, yang jaraknya kurang lebih 2,5 kilometer. Atau sekitar dua jam waktu tempuh yang Caca butuhkan karena dia tak memiliki kendaraan.

    Sudah lima tahun Caca mengidap tumor. Jauhnya jarak tempuh dan tak adanya kendaraan umum, membuatnya kesulitan untuk berobat. Padahal untuk pembiayaan, Caca mengaku sudah terdaftar di BPJS.

    Kampung Bojong Honje tak memiliki infrastruktur jalan layaknya kampung pada umumnya. Akses yang ada saat ini hanya jalan tanah berbatu. “Iya jauh banget ke Puskesmas,” tuturnya.

    Kampung Bojong Honje dihuni 126 kepala keluarga. Selain Caca, ada banyak warga yang mengaku kesulitan berobat lantaran jauhnya fasilitas kesehatan. Seperti diungkapkan Capil (9), yang harus kehilangan kakinya akibat kesalahan penanganan pasca digigit ular belum lama ini.

    “Di sini kalau ada yang sakit sulit untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas. Termasuk Caca dan Capil,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Pabuaran, Wahyudin kepada Radar Bogor.

    Wahyudin tak menampik bahwa di Sukamakmur bukan hanya Kampung Bojong Honje yang termarjinal. “Ada tiga kampung lainnya,” tuturnya,

    Pria yang akrab disapa Wahyu itu memaparkan, kampung paling terisolir lainya adalah Kampung Bojong Terong dan Kampung Nyalindung. Untuk menuju dua kampung tersebut hanya ada satu jalan. Pertama melalui jalan hotmik sejauh satu kilometer. Selepas itu memasuki jalan berbatu sepanjang satu kilometer. Sisanya jalan tanah merah.

    “Untuk sampai ke jalan dengan hotmik itu butuh waktu satu jam. Kalau hujan, kendaran sudah tidak bisa melintas,” tuturnya.

    Selain di Desa Pabuaran, masih ada kampung terisolir lainnya. Yakni Kampung Mulyasari dan Kampung Babakan Banten. Letaknya di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kampung tersebut berada di balik Bukit Pancaniti.

    Jalannya pun masih tanah dan setapak. Untuk mencapai Kampung Babakan Banten, warga harus melewati hutan Pakuan dan melintasi dua bukit dengan ketinggian 1122 MdPl dan 987 Mdpl. “Dua kampung tersebut paling terisolir,” imbuh Sekdes Sukamulya, Didin F Rozy.(Red)

    Sumber: Radar Bogor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *