Peringatan Hari Kartini Tanpa Sampah Di Parung Bersama Ruby Falahadi

    Bogor, swaradesaku.com. Peringatan Kartini yang biasanya identik dengan baju adat se-Nusantara, pada peringatan Kartini tahun ini (Minggu, 21 April 2019) PAUD se Kecamatan parung menghadiri acara memperingati Hari Kartini, antik asri tanpa sampah plastik.

    Acara tersebut digelar di Ramayana Parung yang digagas oleh Yayasan Indah Berbagi mulai Pukul. 10.00 hingga selesai Pukul. 15.00, Pemuda Parung dan tokoh pemuda Parung Ruby Falahadi, serta di hadiri Nur perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup.

    Tema tersebut dipilih karena berdasarkan fakta bahwa isu tentang kepedulian terhadap lingkungan harus dikenalkan pada anak didik sedari awal. Ini menjadi keniscayaan yang harus ditanamkan kepada anak didik. “Persoalan lingkungan hari ini yang masih menjadi masalah utama adalah sampah.” Ujar Ruby Falahadi selaku panitia dan tokoh pemuda Parung

    Ruby menjelaskan kembali, di Indonesia, terutama di daerah perkotaan, sampah rumah tangga memberikan kontribusi paling besar dari keseluruhan sampah yang tertimbun setiap hari. Untuk mengurangi volume sampah tersebut, ada tiga cara yang perlu dilakukan.

    Pertama, reduce, yakni mengurangi penggunaan alat yang bisa menimbulkan sampah. Misalnya dengan menghindari penggunaan plastik sebagai bungkus.

    Kedua, reuse, yakni memanfaatkan kembali bahan yang masih bisa dipakai, misalnya plastik sisa bungkusan tidak dibuang, tetapi dipakai untuk bungkus lagi.

    Dan ketiga, recycle, yakni mendaur ulang sampah untuk dijadikan sesuatu yang lebih berharga dan dapat dimanfaatkan, seperti membuat bekas bungkus detergen menjadi tas, dompet, sandal, topi, dan masih banyak lagi.

    Untuk itulah, kata Ruby kembali, PAUD sudah memulai melakukan program sadar sampah. Program ini melatih anak didik untuk memisahkan sampah basah dan kering, membuat aturan tidak boleh membawa bungkus plastik. Kalaupun memakai plastik, tentunya harus dibawa pulang kembali, menggunakan gelas plastik, botol, kardus sebagai alat peraga pembelajaran.

    “Kami akan terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan terutama sampah sejak dini, dan ini membutuhkan contoh dari para guru di sekolah dan para orang tua di rumah. Inilah cara kami memaknai Hari Kartini tahun ini.” Pungkas Ruby Falahadi. (Agustion)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *