Mandor Menghalangi Tugas Wartawan Dilaporkan Ke Polsek Tambun Bekasi

    Bekasi, swaradesaku.com. Penarikan kabel fiber optik yang dikerjakan pada malam hari di wilayah Kp. Sasak Tiga, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan sangat jelas tak memiliki izin.

    Pekerjaan (penarikan kabel-red) yang dilakukan pada malam hari mendorong pewarta untuk mencari informasi, tentunya dengan menanyakan surat perintah kerja (SPK) kepada mandor di lokasi pekerjaan.

    Namun pertunjukan pertama yang ditampilkan mandor tersebut ketika ditanyakan SPK-nya oleh pewarta, melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan ribut mulut, dan berusaha ingin mengambil kamera poket sambil mendorong, lalu mandor (pelaku-red) sempat mengeluarkan kata-kata kotor .

    “Mengapa tanya-tanya SPK?” tanya mandor.
    “Saya sebagai sosial kontrol (Pers) berhak bertanya,” jawab pewarta. Sepertinya memang pekerjaan malam itu yang diperuntukan demi kepentingan umum memang jelas tidak berizin.

    Salah satunya, mandor memang tidak dapat memperlihatkan surat perintah kerja SPK-nya. Sehingga malam menjelang dinihari, Rabu 10 Juli 2019 sekira jam 04.30 Wib, pewarta melaporkan mandor tersebut ke pihak yang berwajib.

    Pagi harinya, pada hari yang sama. Pewarta juga mengkonfirmasi terkait pekerjaaan tarikan kabel kepada Ketua Rw 06 Desa Tridayasakti, dan Ketua Rw 06 pun menceritakan bahwa: Belum pernah ada yang datang meminta ijin untuk pekerjaan tarikan kabel.

    Hal yang sama juga diutarakan Kadus 2, di desa yang sama. Senada dengan Ketua Rw 06, sebagai Kadus 2, ia pun menyatakan yang sama.

    “Belum pernah ada orang yang meminta izin datang ke rumah saya untuk pekerjaan tarikan kabel,” ujarnya.

    Konfirmasi pewarta berlanjut ke Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada serta Kasie Trantib Kecamatan Tambun Selatan, Ateng Halisudin. Mereka ternyata sangat menyesalkan pekerjaan tarikan kabel yang seharusnya mengurus izin terlebih dahulu, tapi ini malah dikerjakan seenaknya.

    Sampai-sampai ada korban untuk soal menanyakan SPK-nya, “Bagaimana nantinya kalau semua kerjaan tarikan kabel saluran udara maupun galian kabel pada gak pake izin yang melintas di wilayah desa saya. Mana yang jadi korban wartawan lagi,” tutup Suwardi. (Agustion /Yati.S/PWRI)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *