KRL Walagri 01 Kp Kedokan Ds Putat Nutug Membuat Lubang Biopori

    Bogor, swaradesaku.com. Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

    Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbun pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Dan lubang biopori yang dibuat di dalam saluran air kotor juga dapat menahan banjir, baik dari air kotor rumah tangga maupun karena hujan.

    Pembuatan lubang biopori juga dilaksanakan oleh pengurus KRL Walagri 01 bersama warga Kp. Kedokan Ds. Putat Nutug Kec. Ciseeng (Jum’at, 14 Juni 2019) diketuai Suhendar yang juga Ketua Rw. 01, Bunda Eliyah, Mimin Mintarsih, Ketua Rt.02/01 M. Sidikun, serta dibantu anggota Pol PP Kec. Ciseeng Sutarjo (Kasatpol PP), Eka Wirawan, Danu, Uji, Aji, Hawin, Adul, Reni, juga staf Kecamatan Ciseeng Cecep Brata, Wawan, dan Evi.

    Pembuatan biopori menurut Suhendar selaku ketua KRL Walagri 01, didampingi wakil ketua Eliyah (Bunda E’el), tidak hanya dilakukan di Rt. 02 saja, melainkan di wilayah lainnya. Dan kemungkinan akan dilaksanakan sampai beberapa hari ke depan.

    Kepedulian warga Rt.02 tampak terlihat dengan siapnya mereka membantu tenaga dan juga menyiapkan minuman segar untuk yang sibuk membuat lubang biopori di dalam saluran air kotor. Dan Suhendar sangat berterimakasih kepada warganya terutama di Rt.02 yang peduli dengan lingkungan. (Agustion/Doni. R)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *