Oknum KUA Cilandak Jakarta Selatan Catatkan Perkawinan Di Duga Kangkangi Aturan Yang Ada

    Jakarta.swaradesaku.com.Perkawinam
    ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkn ketuhanan Yang Maha Esa dan Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu serta Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku ( UU No. 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan)

    Perkawinan yg dilangsungkan berdasarkan agama Islam, wajib dicatatkan dan dikeluarkan buku nikahnya di KUA setempat tempat dilangsungkannya perkawinan dengan syarat memenuhi segala persyaratan dan ketentuan yang mengatur tentang pencatatan nikah KUA.

    Namun disayangkan akibat ulah oknum pejabat KUA Cilandak jakarta selatan atas pencatatan perkawinan nikahnya seorang wanita warga Depok dengan Laki- laki warga Cilandak, diduga menyimpang dan mengengkangi aturan prosedur yang ada dengan cara menyalah gunakan jabatan.
    Hal tersebut berdampak kerugian pada pihak pengantin wanita yang sama sekali merasa tidak pernah melangsungkan pernikahan di wilayah kerja KUA Cilandak Jakarta Selatan.

    Ketika di temui swaradesaku.com.wanita yang bernama Melati (nama samaran) mengatakan,saya menikah dengan mantan suami saya itu di Kota Depok kenapa keluar buku nikah diKecamatan Cilandak.
    Lagi pula saya ini menikah siri (secara agama ) dan menikah nya malam hari.
    Melati menambahkan,saya ingin menanyakan ke absahan buku nikah tersebut,karena setelah saya pisah dengan mantan suami saya lalu saya menikah lagi dengan suami saya yang baru kemudian mantan suami saya mendatangi suami saya,dirumah sakit Fatmawati saat suami saya sedang menunggu saya di rawat.
    Setelah itu suami saya, dibawa keluar diajak kesuatu tempat dan di paksa untuk tandatangan pernyataan yang sudah tertulis harus, memberikan uang dalam jumlah besar kepada mantan suami saya.
    Dalam hal ini saya akan minta bantuan hukum karena saya merasa dibohongi dan suami saya merasa di peras.demikian ungkapnya.(25/5/19).

    Dalam penelusuran tim swaradesaku.com.berkas atau data yang dimaksud melati itu ada,dan teregister di KUA Cilandak Jakarta Selatan. (28/5/19).
    Kepala KUA Cilandak Jakarta Selatan ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan,bahwa hal ini terjadi sebelum saya bertugas disini coba tanyakan dengan penghulu nya yang sekarang bertugas di KUA Pancoran.demikian ucapnya.

    Kemudian tim swaradesaku.com.mendatangi KUA Pancoran dan menemui penghulu yang mengurus data melati tersebut.(30/5/19).

    Penghulu tersebut ketika ditemui mengatakan,saya hanya menerima data dari teman sekaligus orang kepercayaan saya dan saya anggap ini sudah aman.
    Sampai saat ini saya belum pernah melihat atau menikahkan pasangan pengantin tersebut.
    Memang secara prosedur administrasi ini salah tapi niat saya hanya ingin membantu saja.

    Saya akan telepon teman saya untuk mengklarifikasi hal ini dan saya berharap semua ini bisa di selesaikan.ucapnya.

    Dalam Undang Undang No 1 tahun 1974 tentang perkawanan, Bab I Pasal 2 disebutkan bahwa tiap.tiap.perkawinan dicatatkan berdasarkan perundang undangan, artinya untuk mencatatkan suatu perkawinan yang dilangsungkan berdasarkan agamanya maka pencatatannya yg dilakukan oleh pejabat berwenang harus mengacu dan mematuhi peraturan perundangan-undangan yg berlaku. (Red/Tim)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *