PWI Kota Bogor Gelar Acara Ngopi Ala Wartawan

    Byredaksiswaradesaku

    Mei 24, 2019

    Bogor.swaradesaku.com.Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar acara “Ngopi ala Wartawan” bersama Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) dengan mengundang narasumber dari kalangan pemerintah, pengamat, akademisi dan tokoh terkemuka lainnya.

    Acara yang dikemas dalam bentuk dialog dengan tema “Mencari Solusi di Bulan Suci, Masalah Pasar dan Transportasi Jangan Hanya Janji” itu digelar di kantor PWI Kota Bogor, Jalan Kesehatan nomor 4, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis 23/5.

    Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim, Wakil ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono dan mantan Dirut PD Pasar Tohaga, Eko Romli. Sedangkan dari kalangan pengamat hadir Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi dan wartawan senior Pikiran Rakyat, Irwan Natsir.

    “Sengaja kami mengangkat tema itu, karena dua masalah itu paling seksi dibahas yang ada di Bogor, baik Kota maupun Kabupaten,” ungkap Direktur LPKP, Rahmat Syamsul Anwar.

    Sementara Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim mengatakan, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 49 tahun 2017 tentang percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, Pemerintah Pusat sedang menyiapkan lelang trase 2 dari Cibubur, Cimanggis ke Bogor.

    “Transportasi itu akan sangat membantu masyarakat sebagai kendaraan umum, sehingga akan mengurangi jumlah volume kendaraan pribadi yang masuk ke Kota Bogor,” ujar Dedie.

    Untuk keberadaan pasar, Dedie menyebut revitalisasi pasar perlu dilakukan karena kondisi pasar tradisional di Kota Bogor masih kurang tertata dengan baik. Dia mengatakan, berdasarkan rencana sementara, ada enam pasar yang akan direvitalisasi yakni Pasar Sukasari, Pasar Cunpok Padasuka, Pasar Pamoyanan, Pasar Tanah Baru, Pasar Jambu Dua, dan Pasar Taman Kencana. “Sebenarnya ini persoalan lama, maka dari itu perlu ada perbaikan dari segi bangunan, akses, maupun komoditasnya,” terang Dedie.

    Selain itu, lanjut Dedie, Pemkot Bogor akan mulai melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) karena sangat perlu dilakukan untuk meminimalisasi kesemrawutan kota akibat keberadaan PKL. “Saya juga sudah minta kepada dinas terkait untuk mulai mendata PKL, sehingga kita menegakkan aturan sesuai dengan hukum yang berlaku karena sementara ini data yang diperoleh ternyata banyak PKL tidak beridentitas Kota Bogor,” pungkas Dedie.(Red/KM)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *