Kolaborasi Lintas Profesi Jadi Misi, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia Targetkan DPW Se-Indonesia Rampung Desember 2026

Jakarta.swaradesaku.com. Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia terus mempercepat langkah konsolidasi organisasi setelah menyelesaikan pelaporan keberadaan organisasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta dan Kota Depok.

Sebagai bentuk penguatan struktur organisasi, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia menggelar acara penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewata Office, Sovereign Plaza, Lantai 12, Jalan TB Simatupang No. 36, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, organisasi ini menargetkan pembentukan kepengurusan DPW di seluruh Indonesia dapat rampung 100 persen pada awal Desember 2026.

Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia mengusung visi dan misi kolaborasi lintas profesi dengan melibatkan petani, nelayan, pengusaha kecil dan menengah (UMKM), guru, dokter, pengacara, dosen, hingga masyarakat pencari kerja.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kreativitas, keahlian, serta potensi masing-masing profesi untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Ketua Umum sekaligus pendiri Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia, Askinanti, menegaskan bahwa organisasinya tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

Ia juga menyampaikan bahwa pendirian dan pembiayaan organisasi selama ini dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dana dari pihak mana pun. Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga independensi, kredibilitas, dan kemandirian organisasi.

Dalam proses perekrutan anggota, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia menerapkan seleksi dengan mempertimbangkan kualitas, kapasitas, integritas, serta profesionalitas calon anggota. Langkah tersebut dilakukan agar organisasi dapat diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhjir Nabiu, S.H., M.H., yang merupakan putra Maluku Utara, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi bangsa yang sedang menghadapi berbagai tantangan tidak seharusnya dimaknai sebagai kelemahan bangsa.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian adalah belum optimalnya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan pembinaan, pendampingan, serta ruang kolaborasi agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

“Lesunya ekonomi bangsa jangan diterjemahkan sebagai kelemahan bangsa. Persoalan yang perlu kita pecahkan adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat ditingkatkan, dibina, dan diarahkan agar masyarakat mampu menjadi pengusaha serta memiliki kemandirian ekonomi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat itulah yang menjadi salah satu landasan terbentuknya Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia, yakni membangun kekuatan masyarakat melalui kolaborasi, pemberdayaan, dan pengembangan potensi dari berbagai latar belakang profesi.

Dengan semangat keberkahan sebagaimana tercermin dalam jargon organisasi, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia berharap dapat menjadi wadah pemersatu berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan peluang, memperkuat ekonomi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

Pembentukan DPW di seluruh Indonesia menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus merealisasikan visi dan misi pemberdayaan masyarakat secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

(Tim/Red)